Syakir Daulay Mimpi Ameer Azzikra Senyum di Atas Kuburan

Dicky Ardian - detikHot
Minggu, 05 Des 2021 16:40 WIB
syakir daulay
(Foto: Pingkan Anggraini) Syakir Daulay saat ditemui dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. Belum lama dia bercerita mimpi bertemu Ameer Azzikra.
Jakarta -

Syakir Daulay adalah salah satu sosok yang paling kehilangan atas kepergian Ameer Azzikra. Ia begitu sedih ditinggal sahabatnya tersebut untuk selamanya.

Setelah pemakaman jenazah Ameer Azzikra dilakukan pada 29 November 2021, Syakir Daulay mengaku pernah 'bertemu' anak kedua dari mendiang Ustaz Arifin Ilham itu di mimpinya.

Syakir Daulay mengatakan ada perasaan senang sekaligus sedih saat momen tersebut terjadi. Mimpi itu memanggil lagi kenangan lama di kepalanya saat baru mengenal Ameer Azzikra.

"Kayak memori dari awal kenal sampai akhir flashback lagi," kata Syakir Daulay ditemui di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan pada Sabtu (4/12/2021).

"Melihat Ameer di atas kuburan, dia tersenyum," lanjut adik Zikri Daulay ini.

Syakir Daulay mengatakan, saat ikut menguburkan jenazah sahabatnya tersebut, ia meninggalkan pesan. Ia meminta agar Ameer Azzikra bisa kembali menjumpainya dalam mimpi.

"Memang pas lagi kuburin, aku bilang, 'Mer, kalau di surga jangan sombong-sombong. Mampir walaupun cuma dalam mimpi'," ujar Syakir Daulay.

Syakir Daulay menyebut merasakan perubahan selama satu bulan terakhir sebelum Ameer Azzikra meninggal dunia. Meski dia juga mengakui bahwa sahabatannya itu tidak pernah mengeluh soal sakit yang diidapnya.

"(Dia cerita) Itu ya sebelumnya, selama sebulan ini ada beberapa firasat dari guru-guru dan dia pribadi. Dia ngomongnya sudah ke mana-mana itu. Sebulan ini memang beda banget," kata Syakir Daulay.

Saat itu, Syakir Daulay tidak merasakan bahwa cerita-cerita tersebut sebagai sebuah pertanda bahwa Ameer Azzikra akan meninggal dunia. Dia berpikir bahwa perubahan yang mendadak itu terjadi lantaran kedewasaan Ameer setelah menikah.

"Aku mikirnya mungkin (karena) baru nikah dan ada tanggung jawab (mengurus) Azzikra," tuntas Syakir Daulay.

(dar/aay)