Cara Gus Miftah Perkuat Toleransi ke Deddy Corbuzier dan Atta Halilintar

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Jumat, 29 Okt 2021 09:23 WIB
Gus Miftah, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta
Cara Gus Miftah Perkuat Toleransi ke Deddy Corbuzier dan Atta Halilintar (Foto: Wahyudi-20detik)Foto: Wahyudi (20detik)
Jakarta -

Gus Miftah mengajak sejumlah artis, mulai dari Deddy Corbuzier, Atta Halilintar, Raffi Ahmad hingga Rizky Billar ke kajian Oma Asa. Rupanya Gus Miftah punya alasan mengapa mengajak sederet selebriti papan atas tersebut.

"Kita menggandeng beberapa selebritis untuk bisa bareng maka muncul ada nama Deddy Corbuzier, Atta Halilintar, Raffi Ahmad, dan Rizky Billar. Ya komunitas yang intinya bergerak bareng untuk kebaikan," kata Gus Miftah di tasyakuran Omah Asa kawasan Komplek Patra Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis 28 Oktober 2021.

"Dan juga kehadiran dari teman-teman artis ini merupakan salah satu cara untuk mempercepat amplifikasi, supaya gerakan ini menjadi besar," lanjutnya.

Sementara itu, Gus Miftah menegaskan kajian tersebut tidak boleh ditunggangi unsur politik dan intoleran.

"Yang jelas, kita tidak mau dan tidak boleh ditunggangi oleh pihak manapun, apalagi soal urusan politik. Kita pokoknya no politik, no SARA, kita pengen belajar beragama dan berbangsa yang benar, bangsa ini bangsa yang toleran apapun agamamu," ungkapnya.

Sementara itu Gus Miftah tercetus membuat kajian usai bertemu Deddy Corbuzier dan mengalami keresahan adanya polarisasi usai pemilihan presiden di Indonesia. Menurutnya hal itu membuat persatuan di Indonesia terkoyak

"Kita punya tagline menggerakkan,meneduhkan, mencerahkan, ini sebenarnya berasal dari kegelisahan kita, karena bangsa kita ini seolah-olah terkoyak dengan persatuan yang kurang, seharusnya persatuan itu jadi keharusan. Tapi ternyata setelah pilpres hal-hal lain begitu kelihatan polarisasinya. Maka kita hadir untuk menjadi wasilah kepada teman-teman yang ingin memahami kebangsaan dan kegaaman yang benar," bebernya.

Sementara itu Deddy Corbuzier mengaku bahwa kajian ini dibuat agar tak ada perpecahan jelang pemilihan presiden kembali di Indonesia.

"Sudah lama nih Gus Miftah ngomongin tentang konsep ini, targetnya untuk buat Indonesia bersatu supaya nanti, apalagi pemilu sudah mau terjadi ya, supaya nggak ada percepahan-perpecahan seperti sebelumnya, pokonya targetnya kalau adalah Indonesia, NKRI, Pancasila kita nggak ngomongin politik, agama, yang penting kita satu Indonesia," pungkas Deddy Corbuzier dalam kesempatan yang sama.

(fbr/dar)