Tuding Gus Miftah Telantarkan Orang Tua, Adik Minta Maaf

Mauludi Rismoyo - detikHot
Selasa, 12 Okt 2021 19:42 WIB
Gus Miftah dan Masjid tempat Deddy Corbuzier bersyahadat.
Tuding Gus Miftah Telantarkan Orang Tua, Adik Minta Maaf (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Jakarta -

Gus Miftah dituding menelantarkan orang tua oleh adiknya, Miftahul Koiron. Kini sang adik minta maaf ke kakaknya tersebut.

Di Instagram, Gus Miftah mengunggah video permintaan maaf adiknya. Ia lalu disebut sebagai sosok anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan banyak membantu sesama saudara.

"Itu sangat tidak benar, karena waktu itu saya hanya emosi sesaat. Selama ini kakak saya, Gus Miftah, adalah tulang punggung keluarga dan selalu berbuat baik kepada kedua orang tua saya. Saya juga selama ini sering dibantu oleh kakak saya, diberikan pekerjaan dan kiriman uang, dan banyak beri solusi untuk masalah saya," ujar Miftahul.

Miftahul Koiron mengakui ucapan jeleknya ke Gus Miftah terkait menelantarkan orang tua hanya luapan emosi sejenak. Ia pun memohon maaf ke kakaknya dan ayah-ibunya.

"Apa yang saya sampaikan itu emosi sesaat dan ingin mendapat perhatian lebih kepada kakak saya. Untuk itu, saya mau minta maaf kepada bapak dan ibu saya, kakak-kakak saya. Saya mengakui salah dan memohon maaf," tutur Miftahul.

Miftahul Koiron sangat tak menyadari ucapannya soal Gus Miftah berujung panjang. Ia berharap netizen tak lagi membully kakaknya karena tuduhannya tak benar.

"Saya tidak menyadari efek besar dari ulah saya sendiri sehingga kakak saya banyak dibully jutaan netizen," kata Miftahul.

Gus Miftah mengaku sangat terganggu saat Miftahul Koiron menuding hal buruk terhadap dirinya. Ketika itu, dirinya pun ogah merespons omongan adiknya.

"Karena saya yakin yang benar pasti benar dan dimudahkan oleh Allah. Saya minta sama Allah supaya kasih hidayah atas pernyataan dia yang tidak berdasar. Alhamdulillah Allah kasih jawabannya hari ini," tulis Miftah di media sosialnya.

Dalam postingan itu, Gus Miftah memberi tahu kepada semua orang soal doa kalau tengah dirundung. Ia mengaku selalu membaca doa itu saat dalam kondisi tersebut.

(mau/dar)