Round-Up

Korban Dugaan Penipuan CPNS Merasa Dibohongi Nia Daniaty

Tim detikcom - detikHot
Minggu, 26 Sep 2021 22:02 WIB
Nia Nadiaty dan Olivia Nathania
Korban Dugaan Penipuan CPNS Merasa Dibohongi Nia Daniaty (Foto: Instagram Nia Daniaty)

Nia Daniaty akhirnya setuju. Ia berjanji akan menjembatani Agustin dan korban lainnya dengan Olivia Nathania.

"Saya menyampaikan, 'Ayo duduk bareng, ayo kita selesaikan secara kekeluargaan. Saya pengin endingnya, awalnya baik akhirnya baik supaya menjaga silaturahim kita.' Bu Nia, 'Baik Bu, karena dia (Oliv) tidak satu rumah dengan saya, saya coba telepon nanti saya hubungi, intinya karena Olivia sudah janji, besok kami diundang ke Bu Nia pukul tujuh malam menyelesaikan masalah ini. Saya juga mohon Ibu Nia sebagai saksi hadir di sana," papar Agustin.

Namun, Agustin lagi-lagi merasa ditipu. Nia Daniaty tidak menepati ucapannya saat awal pertama bertemu.

"Saya minta maaf sekali lagi dengan Bu Nia, saya pulang dan keesokan harinya saya datang ke rumah beliau ternyata rumah kosong dijaga tiga orang Ambon. Pintunya digembok, 'Saya mau masuk.' Katanya, 'Nggak bisa bu, saya diamanatkan menjaga rumah,' kata penjaganya," imbuh Agustin.

Agustin dan para korban lainnya dihalang-halangi. Mereka tidak bisa masuk ke rumah menemui kembali Nia Daniaty.

"Terus, 'Saya diundang loh datang ke sini, Bu Nia tahu saya sudah bicara sama beliau kemarin. Kemarin juga Oliv diundang untuk datang ke sini.' 'Maaf bu tetap tidak bisa, karena Bu Nia juga tidak ada," ucap Agustin.

Akhirnya, Agustin diminta menghubungi pengacara Olivia Nathania. Pengacara Olivia Nathania juga menjanjikan untuk menyelesaikan masalah.

"Saya sampaikan kepada pengacara itu, terus (dia) bilang, 'Iya Bu nanti saya akan kasih solusinya dan sama Oliv-nya.' Tapi sampai saat ini tidak pernah ada hasil. Saya sudah beberapa kali chat, cuma dibaca tidak ada balasan. Akhirnya kami menemui jalan buntu," tukasnya.

Ada 225 orang yang diduga menjadi korban penipuan Olivia Nathania. Total kerugiannya pun ditaksir Rp 9,7 miliar.

Agustin dan para korban lainnya akhirnya membuat laporan ke polisi. Laporan korban teregister dengan nomor polisi: LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 23 September 2021.


(dar/dar)