Korban Jelaskan Kronologi Anak Nia Daniaty Diduga Lakukan Penipuan CPNS

Hanif Hawari - detikHot
Sabtu, 25 Sep 2021 20:48 WIB
Agustin, Wanita yang Ngaku sebagai Korban Anak Nia Daniaty
Korban Jelaskan Kronologi Anak Nia Daniaty Diduga Lakukan Penipuan CPNS (Foto: Hanif Hawari)
Jakarta -

Anak Nia Daniaty, Olivia Nathania atau Olly, diduga telah melakukan penipuan. Ia disebut mengiming-imingi korban menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan cara singkat.

Salah satu korban bernama Agustin menceritakan awal mula dirinya kena tipu. Pada saat itu, Agustin dihubungi oleh Olivia Nathania. Mereka cukup kenal karena Agustin mengaku sebagai guru Olivia di bangku SMA.

"Olly adalah mantan murid saya, setelah dia lulus dri SMA, saya udah lama tidak bertemu dia kira-kira lulus 2009. Kemudian saya baru dihubungi 2019 akhir, dia menelepon saya. Malam hari dia chat saya menawarkan CPNS ini. 'Ada yang mau masuk CPNS nggak?' Kebetulan anak saya baru lulus 2018, nah dia menyampaikan bahwa sudah melakukan ini 4 tahun, ini tahun ke lima. Itu yang buat saya percaya," ujar Agustin saat konferensi pers di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9/2021).

Apa yang ditawarkan Olivia tentu saja tidak gratis. Agustin diminta membayar uang Rp 30 juta jika ingin anaknya masuk menjadi PNS tanpa melalui tes. Karena percaya akan ucapan Olivia, Agustin juga mengajak sanak saudaranya hingga terkumpul 16 orang.

"Setelah itu dia menawarkan juga (untuk yang lain) setelah anak saya gabung, kemudian 2020 dia menawarkan ada calon CPNS prestasi pengganti, karena sakit, COVID, atau terindikasi narkoba. Nah di situ lah mulai dia bilang tawarkan pada keluarga mumpung dia masih bisa bantu, dengan nominal awal-awal RP 25-30 juta," kata Agustin.

Agustin semakin percaya ketika Olivia menyampaikan banyak kenal pejabat. Ditambah lagi, Olivia mengaku sebagai direktur utama perusahaan batubara, PT. KJB di Berau, Kalimantan Timur.

"Prosesnya berawal dari tahun 2019 itu anak saya sendiri, kemudian yang 2020 bawa keluarga, itu prosesnya emang lama karena emang CPNS yang normal saja baru nerima SK bulan Februari 2021 karena Pandemi. Jadi kita menunggu saja. Wait and see info ini itu. Kita tunggu karena memang saat itu di DKI lagi ada PPKM," beber Agustin.

Dua tahun berlangsung, Agustin merasa ada yang aneh. Ia menaruh curiga kepada Olivia ketika memasuki bulan Agustus 2021.

"Sebelumnya saya sering tanya terus chat dan telpon dan di pertengahan Juli Oliv sudah tidak bisa dihubungi karena selalu saya tanyakan, ada apa nggak dia menyatakan ada. 'Buat apa mati-matian kalau nggak ada'. Jadi intinya dia menantang ini tetap ada. Makin ke sini mundur dan di DKI lagi lock down," ungkap Agustin.

Untuk melancarkan aksinya, Olivia menyuruh orang untuk mengurus berkas-berkas PNS keluarga Agustin. Pada saat itulah semua kebohongan Olivia mulai terbongkar.

"Dia mengurus CPNS di Bekasi, nah di situ lah terungkap semua kebohongan. Akhirnya ini adalah orang yang bernama Budi, yang memberikan surat pengantar pada CPNS Bekasi ke Dinas Damkar. Ternyata dia adalah orang suruhan Oliv," imbuh Agustin.

Agustin kemudian memperlihatkan rekaman pengakuan Budi. Pengakuan itu dibuat karena ada suami dari calon CPNS yang curiga lalu mengintrogasinya.

"Nama saya Ekky, saya diminta oleh Mba Oliv jadi orang bernama Budi yang bekerja di BKD (Badan Kepegawaian Daerah), saya tidak mengerti apa-apa hanya disuruh untuk melakukan hal ini dengan alasan tidak ada sangkut paut dengan penipuan. Namun ternyata telah terjadi indikasi penipuan terhadap beberapa rekan yang saat itu ada di BKD," tutup Agustin.

Ternyata ada 225 orang yang diketahui telah ditipu oleh Olivia. Total kerugian para korban cukup fantastis, Rp 9,7 miliar.

Simak juga: Wanita Cantik Asal Bandung, Ahli 'Bongkar' Tulang dan Sendi

[Gambas:Video 20detik]



(hnh/dar)