Sempat Mandek, Frederika Alexis Cull Ingin Laporan Body Shaming Dilanjutkan

Hanif Hawari - detikHot
Selasa, 21 Sep 2021 11:45 WIB
Frederika Alexis Cull diduga alami malpraktik
Sempat Mandek, Frederika Cull Ingin Laporan Body Shaming Dilanjutkan. (Foto: Hanif/detikHOT)
Jakarta -

Pihak Frederika Alexis Cull ingin laporan soal dugaan tindak body shaming oleh seorang fotografer berinisial YR kembali digelar. Puteri Indonesia 2019 itu disebut sempat menerima tindakan pelecehan terhadap tubuhnya saat sedang persiapan mengikuti Miss Universe 2019.

Terkait hal tersebut, ibunda Frederika Cull langsung melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan itu masuk pada tahun 2019 dan sempat disetop, karena sebagai Puteri Indonesia 2019, Frederika Cull tidak diperkenankan terlibat masalah hukum apa pun.

Kini, pihak Frederika Cull ingin melanjutkan proses hukum tersebut. Oleh karena itu, sang ibu Yulia Peers menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan kemarin untuk melakukan konsultasi dan memberikan penjelasan terkait laporannya.

"Kan ini laporan sudah lama tahun 2019, tapi kembali dipanggil polisi karena nggak bisa setop begini saja," ujar Yulia Peers di Polres Metro Jakarta Selatan.

"Jadi diminta jawaban laporannya mau digimanakan, saya baru sempat memenuhi panggilan untuk konsultasi dan klarifikasi ke polisi, karena memang terhambat ya," sambungnya lagi.

Yulia Peers menyebutkan bahwa perilaku YR terhadap Frederika Cull sangat tidak pantas. Terlebih, mental anaknya jadi kacau balau karena kejadian tersebut.

"Kejadian itu kan terjadinya di Instagram Story, aku kebetulan nggak main di socmed, tapi saya dapat kabar itu jadinya saya kroscek apa permasalahannya, barulah saya diperlihatkan bukti adanya dugaan body shaming yang nggak pantas ya," kata Yulia Peers.

Yulia Peers menyatakan bahwa laporannya tersebut akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Nantinya, pihak terlapor dan saksi akan diundang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

"Jadi polisi akan menindak kembali laporan kami yang sudah lama, rencananya akan dipanggil lagi terlapornya dan saksi lainnya. Saya sih pengin semua clear ya, karena tindakan terlapor ini tidak etis ya untuk dilakukan di social media," tutup Yulia Peers.

(hnh/mau)