Bak di Film, Finalis Miss Earth Ceritakan saat Rumahnya Disatroni Warga

Pingkan Anggraini - detikHot
Senin, 13 Sep 2021 15:37 WIB
Lirabica
Lirabica menceritakan saat rumahnya disatroni warga. Foto: Pingkan (detikHOT)
Jakarta -

Salah satu finalis Miss Earth 2019, Lirabica mengaku mendapat persekusi warga di tempat tinggalnya. Hal itu terjadi tak hanya satu kali.

Lirabica mengaku mengalami persekusi sebanyak dua kali. Pertama ia disambangi kurang lebih 10 warga yang marah dan hendak memukul keluarganya dengan kursi.

Persekusi kedua yang dirasakan Lirabica, ia mengaku dihampiri seseorang yang memintanya untuk keluar dari rumah. Saat itu Lirabica mengaku sangat takut dan tak mau keluar.

Lirabica mengungkapkan, kejadian kedua ini dialaminya pada Agustus 2021.

"Itu pada kejadian bulan Agustus ada orang Ambon sampai datang buat onar malam-malam gedor pintu rumah," ujar Lirabica saat ditemui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Senin (13/9/2021).

"'Keluar-keluar', jadi diteror segala macam sampai Polres dan Polsek datang semua, di CCTV ada lengkap videonya," lanjut Lirabica.

Lirabica mengaku, saat itu ia hanya diminta untuk keluar dari rumah dengan cara yang tidak menyenangkan. Namun Lirabica menyebut orang itu tak menyampaikan maksud dan tujuannya.

Saat itu Lirabica memilih untuk diam di dalam rumahnya. Ia akan keluar jika pihak Polres dan Polsek sudah sampai di kediamannya itu.

"Jadi mereka ingin ketemu, mereka nggak sampaikan niat apa-apa. Memaksa saya keluar, saya nggak mau temuin mereka. Tunggu sampai Polres datang baru saya keluar," lanjut Lirabica.

Lirabica menjelaskan, saat itu Ketua RW nya yang berinisial K merupakan salah satu anggota kepolisian. Saat itu K terlihat memberikan uang Rp 500 ribu untuk oknum orang itu.

"Kami (Lirabica dan keluarga) lihat aparat sendiri, bahwa oknum Ketua RW memberikan uang ke orang Ambon itu sebesar Rp 500 ribu," tutur Lirabica lagi.

Sebelum kedatangan oknum itu, Lirabica mengaku memang melihat sopir pribadi K berjalan bolak-balik di depan kediamannya. Lirabica melihat dari CCTV di rumahnya.

Saat itu ponsel pihak keamanan yang menjaga perumahannya tidak aktif. Sehingga Lirabica tak mendapatkan pengamanan lebih.

"Sebelum kejadian orang Ambon datang, sopir pribadi K terlihat bolak-balik di CCTV. Kemudian satpam juga hpnya nggak ada yang aktif. Ya pokoknya udah kayak di film-film," tegas Lirabica.



Simak Video "Tangis Karen Pooroe Terkait Kasus Kematian Anaknya Mandek Dua Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(pig/wes)