7 Hal Tak Biasa yang Terungkap dari Kasus Sabu Coki Pardede

Desi Puspasari - detikHot
Sabtu, 04 Sep 2021 10:20 WIB
Jakarta -

Komika Coki Pardede ditangkap Satres Narkoba Polres Tangerang Kota pada Rabu, 1 September 2021. Dari penangkapan tersebut terungkap beberapa hal yang mencengangkan dari Coki Pardede.

Berikut adalah 7 hal tak biasa yang mencengangkan dan terungkap dari kasus sabu yang menjerat Coki Pardede:

1. Rutin Beli Sabu Tiap Bulan

Ternyata Coki Pardede kecanduan sabu. Terungkap, setiap bulan Coki Pardede selalu membeli sabu.

"Dia pengakuannya sih nggak banyak konsumsi. Dia beli sekitar satu gram setiap bulan," kata Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo.

2. Kenal Sabu Sejak Kuliah

Coki Pardede mengaku pakai sabu sudah sejak 8 bulan belakangan. Ternyata, Coki mengaku sudah mengenal sabu sejak kuliah, tapi bukan pemakai aktif.

Dia bahkan sempat berusaha berhenti menggunakan sabu saat itu. Satu tahun belakangan, Coki Pardede kembali memakai sabu untuk membuat dirinya lebih percaya diri saat tampil.

"Dia ini kan pengguna, jadi kalau menurut keterangannya dia mengenal narkoba semenjak kuliah. Cuman dia nggak aktif, terus kemudian dia berusaha berhenti tetapi dia masih pengin. Tetapi dia aktif semenjak setahunan ini," ujar AKBP Pratomo Widodo.

3. Masukkan Sabu Lewat Anal Biar Lebih Nendang

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima mengatakan, Coki Pardede mengonsumsi sabu dengan cara disuntikkan lewat dubur. Itu tentu bukan hal biasa.

Coki menggunakan alat bantu suntikan untuk memasukkan sabu yang sudah dilarutkan.

"Jarumnya itu dilepas baru dimasukkan ke anal," jelas Kombes Deonijiu De Fatima.

Cara tak biasa itu dilakukan Coki Pardede agar mendapatkan sensasi yang berbeda. Coki disebut sudah mencoba banyak cara mengonsumsi sabu.

Teori itu disebut dapat merangsang pembuluh darah dari dubur dengan cepat. Kenikmatan yang didapatkan Coki Pardede lebih berbeda ketimbang sabu yang dibakar.

Poin 4 sampai 7 di halaman selanjutnya, ada pengakuan Coki Pardede alami kelainan