Pengakuan Angelina Jolie Malu Jadi Warga Amerika

Asep Syaifullah - detikHot
Senin, 23 Agu 2021 18:28 WIB
ZAHLE, LEBANON - FEBRUARY 23:  (EDITORIAL USE ONLY) In this handout image provided by United Nations High Commission for Refugees, UNHCR Special Envoy Angelina Jolie meets with young Syrian refugees at an informal tented settlement in Zahle, Bekaa Valley on February 23, 2014 in Zahle, Lebanon. The UNHCR Special Envoy was on a 3 day visit to Lebanon to meet with some of the thousands of refugees who have fled the civil war in Syria. (Photo by Andrew McConnell / UNHCR via Getty Images)
Angelina Jolie malu menjadi warga Amerika Serikat. Dok. Getty Images
Jakarta -

Aktris Angelina Jolie mengaku malu menjadi seorang warga Amerika Serikat setelah tragedi penarikan mundur pasukan mereka di Afghanistan hingga membuat Taliban berkuasa.

Ia bahkan menyebutkan jika negaranya telah melakukan pengkhianatan dan kegagalan dalam melindungi Afghanistan dari serangan Taliban.

Ditulis oleh Time, aktris berusia 46 tahun itu merasa jika negaranya sudah tak lagi memiliki niat tersebut dan memilih untuk meninggalkan Afghanistan dalam keadaan kacau balau.

"(Amerika) meninggalkan gagasan perjanjian damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban, yang tampaknya akan dihentikan dan memilih lari serta meninggalkan sekutu dan para pendukung dengan cara yang paling kacau yang bisa dibayangkan. Setelah bertahun-tahun upaya dan pengorbanan, (hasilnya) adalah pengkhianatan dan kegagalan yang mustahil untuk dipahami sepenuhnya," tulisnya.

"Sebagai orang Amerika, saya malu dengan cara kami pergi. Itu menghancurkan kita," tambahnya.

Bintang Eternals itu pun merasa jika pemerintah Amerika Serikat kalah dan tak cukup piawai dalam mengatur strategi untuk mengawasi masyarakat dan khususnya wanita yang kerap menjadi target Taliban.

Sebelumnya Angelina Jolie juga menuliskan sebuah surat yang ditulis oleh seorang gadis asal Afghanistan. Mantan istri Brad Pitt itu pun sengaja membuat akun pertamanya di instagram untuk menyuarakan hal tersebut.

"Saat ini, masyarakat Afghanistan kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi di media sosial dan mengekspresikan diri secara bebas. Sungguh memuakkan melihat warga Afghanistan terlantar lagi karena ketakutan dan ketidakpastian yang telah mencengkram negara mereka," tulisnya.

Berdasarkan pengalamannya berjumpa dengan para pengungsi dan korban perang di Afghanistan, Angelina Jolie pun bersikeras untuk terus membantu mereka dan mengajak masyarakat untuk ikut andil.

"Saya juga bertemu dengan banyak perempuan yang tak hanya menginginkan pendidikan tapi juga berjuang untuk itu. Seperti orang lain yang berkomitmen, saya tidak akan berpaling. Saya akan terus mencari cara untuk membantu, dan saya harap Anda akan bergabung dengan saya," pungkasnya.



Simak Video "Rumor Angelina Jolie dan The Weeknd Pacaran Makin Panas!"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/wes)