2 Minggu Vakum Media Sosial, Deddy Corbuzier Akui Sempat Kritis

Hanif Hawari - detikHot
Minggu, 22 Agu 2021 11:43 WIB
deddy corbuzier cerita soal hilang keperjakaan pertama kali.
Foto: YouTube
Jakarta -

Deddy Corbuzier sempat membuat heboh karena mengundurkan diri dari media sosial dan podcast. Saat itu. ia mengaku ingin berhenti sementara dari aktivitasnya itu.

Kurang lebih dua minggu menghilang tanpa kabar, Deddy Corbuzier kembali dengan kabar mengejutkan. Mentalist itu rupanya berhenti dari kegiatan di media sosial karena terinveksi COVID-19.

Kabar tersebut diumumkan oleh Deddy Corbuzier melalui Instagramnya, belum lama ini. Pria kelahiran 28 Desember 1976 itu muncul dengan mengunggah video sedang berada di dalam studio podcast-nya.

"Saya sakit. Saya sakit, saya kritis dalam waktu tiga hari dan ada kemungkinan besar meninggal. Itu dia kenapa," ujar Deddy Corbuzier dalam video itu.

Melalui keterangan video, Deddy Corbuzier menceritakan secara singkat tentang kondisi kesehatan yang baru dialaminya tersebut. Presenter sekaligus podcaster kondang Tanah Air itu rupanya mengalami badai Sitokin setelah mengidap COVID-19.

"Mohon maaf saya baru bisa memberitahu keadaan sebenarnya pada masyarakat, Intinya dua minggu saya break semua nya karena saya Hrs konsentrasi pada kesehatan saya. Saya sakit.. Kritis, hampir meninggal karena badai Cytokine, lucu nya dengan keadaan sudah negatif. Yes it's covid," tuis Deddy Corbuzier.

"Tanpa gejala apapun tiba tiba saya masuk ke dalam badai Cytokine dengan keadaan paru paru rusak 60% dalam dua hari.. Jendral Lukman Waka RSPAD, Dr Wenny Tan hingga Dr Gunawan turun tangan semaksimal mungkin tuk menstabilkan keadaan saya keluar dr masa kritis. Yes it's a life and death situation," sambungnya lagi.

Meski menghadapi kondisi kritis dengan kerusakan paru-paru yang tergolong cukup parah, saturasi oksigen dalam darah Deddy Corbuzier tetap stabil. Katanya, itu karena ia menjalankan pola hidup sehat selama ini.

"Hebat nya Oksigen darah saya tidak turun bahkan diam di 97-99 karena pola hidup sehat saya selama ini... hingga saya bisa selamat walau dengan kerusakan paru yg parah," katanya.

"Bayangkan kerusakan sebesar itu tanpa penurunan oksigen.. That's and the doctor help.. Make me pass my critical time... Life and death," ungkap Deddy Corbuzier.

Perlu diketahui, badai sitokin adalah kondisi ketika tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam waktu yang sangat cepat. Pelepasan salah satu protein dalam sistem kekebalan tubuh itu akan mengancam nyawa jika terjadi secara berlebihan dan dalam waktu yang sangat singkat.



Simak Video "Perjuangan Deddy Corbuzier Lawan Covid-19 dan Badai Sitokin"
[Gambas:Video 20detik]
(hnh/tia)