Round Up

Kontroversi, Kritik, hingga Jawaban Tompi soal Film 'Selesai'

Tim detikcom - detikHot
Sabtu, 21 Agu 2021 05:30 WIB
Jakarta -

Film Selesai mencuri perhatian tak hanya dari penampilan Ariel Tatum sebagai pemeran utama, tapi juga Tompi sebagai sutradara. Di tengah pencapaian 100 ribu penonton dalam satu minggu di platform streaming, film ini lalu menerima kritik.

Kritik yang paling lantang terdengar adalah soal film Selesai yang disebut terlalu seksis. Sudut pandang Tompi soal film Selesai pun dipermasalahkan hingga tudingan bahwa film ini sudah melecehkan perempuan.

Cuitan soal film Selesai beredar di Twitter sepanjang hari Jumat (20/8/2021). Salah satu cuitan yang melancarkan kritik berbunyi seperti ini:

"Pertanyaan: Kenapa Tompi suka membuat film tentang perempuan tapi nggak pernah melibatkan perempuan? Jawaban: Ya ini kan sesuai kebutuhan. Kalau kami perlu tahu tentang perempuan kami akan tanya perempuan," tulis seorang warganet.

Jawaban-jawaban Tompi terhadap kritikan tersebut juga dinilai kontroversial. Dalam sebuah acara diskusi film yang digelar lewat platform Space di Twitter, Tompi mengutarakan sederet pendapatnya. Salah satu yang kemudian menjadi sorotan adalah sebagai berikut:

"Co host kita juga bilang, kita nggak bisa kontrol gimana orang berpikir. Sekarang seecara harfiah biologisnya oranglah, kalau ngelihat cewek seksi kira-kira, laki-laki yang mungkin tak punya pelampiasan bakal tergoda nggak untuk berbuat yang nggak-nggak, iya kan?" begitu ucapan Tompi yang dipotong lalu disebarkan.

Gara-gara komentar Tompi itu, netizen juga banyak yang merasa kecewa.

"Ga semua cowok kaya gitu, liat cewek seksi tertarik itu pasti kalau cowok itu normal, tapi cowok juga manusia yg punya akal sehat buat nahan napsu, dikira semua cowok kaya hewan aja liat betina langsung dikawinin, makin aneh aja nih dokter," tulis netizen mengomentari ucapan Tompi.

Tompi akhirnya bicara

Dihubungi detikcom, Tompi akhirnya memberikan klarifikasinya lagi. Soal kritik yang diberikan kepadanya, Tompi mengaku tetap menampung dan mendengarkan.

"Saya rasa ini sesuatu yang menarik ya, artinya ini isu yang dibawa berhasil merangsang orang untuk berpikir lebih jauh. Ada yang merasa senasib, ada yang senang, ada yang mungkin tidak senang, itu hal yang biasa dalam menanggapi sebuah permasalahan yang difilmkan," ungkap Tompi kepada detikcom, Jumat (20/8/2021).

Soal film Selesai yang dituding melecehkan dan menyudutkan wanita, dia merasa itu merupakan hal yang keliru. Disebutnya penonton salah menangkap pesan yang berusaha disampaikannya.

"Apa yang saya harapkan setelah orang menyaksikan film ini? Adanya perubahan sikap. Yang senang selingkuh jadi merasa bersalah dan ingin mengubah perilakunya, istrinya jadi berani speak up, seorang mertua yang jangan kebablasan, pelakor yang akhirnya merasa bersalah dan taubat," bebernya.

Ada lagi analogi tempe dan keju yang disebutkan Tompi dalam siaran Space. Dia juga menjelaskan hal ini.

"Waktu itu saya kasih analogi, contohnya orang yang biasa dikasih tempe kalau dikasih keju akan sulit, begitu juga sebaliknya. Say sempet ngasih analogi lain, seperti selera musik orang lah. Saya selalu memberi analogi bolak balik, tidak dengan analogi merendahkan penyuka tempe atau penyuka keju. Yang berpikir begitu ya mereka sendiri. Orang-orang yang tersinggung inilah yang menempatkan di posisi itu. Yang harus dibenerin adalah cara mengunyah informasinya," paparnya.

(aay/srs)