Komnas Perempuan Sebut Dinar Candy Butuh Dukungan Bukan Hukuman

Hanif Hawari - detikHot
Jumat, 06 Agu 2021 19:39 WIB
Protes PPKM Pakai Bikini, Ini Kabar Terbaru Dinar Candy
(Foto: Noel/detikFoto) Komnas Perempuan menyoroti kondisi kesehatan mental Dinar Candy. Mereka menyebut yang dibutuhkannya saat ini bukanlah hukuman melainkan dukungan.
Jakarta -

Dinar Candy tersandung kasus pornografi. Ia dinilai bersalah oleh polisi karena telah melakukan aksi berbikini di pinggir jalan.

Komnas Perempuan punya pendapat lain dengan pihak kepolisuan. Mereka menyebut Dinar Candy tak patut untuk dihukum secara pidana. Karena hal itu hanya akan membuat mentalnya rusak.

"Betul sangat mungkin (mengganggu mental Dinar Candy), karena misalnya pasti juga tidak nyaman ya di kantor polisi 24 jam," ungkap Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah, saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (6/8/2021).

Komnas Perempuan menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Dinar Candy bukanlah tindakan kriminal. Ia hanya melakukan aksi protes kepada pemerintah atas diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan caranya sendiri.

"Kemudian ini juga bisa saja memperburuk (psikologis Dinar Candy)," ujar Siti Aminah.

Nasi sudah menjadi bubur, Dinar Candy kini hanya butuh dukungan agar psikisnya tidak rusak. Komnas Perempuan berharap semoga teman-temannya bisa melakukan hal itu.

"Sehingga sebenarnya memang kalau membutuhkan bantuan sebenarnya mungkin ke teman-teman dekat DC juga bisa men-support," imbuh Siti Aminah.

"Kita kan nggak tahu ya ada apa di dalam 'rumah tangga' atau kehidupan pribadinya, daya tekan stresnya seperti apa kan kita juga nggak tahu. Nah kita harus membantu teman-teman yang sedang mengalami masa masa sulit ini dan tidak justru kita misalnya menghakimi yang mungkin malah memperburuk kondisi mentalnya," papar Siti Aminah.

Seperti diketahui, Dinar Candy melakukan aksi di pinggir jalan dengan menggunakan bikini. Aksinya itu dilakukan di kawasan Lebak Buluk, Jakarta Selatan.

Dinar Candy stres dengan langkah PPKM yang diterapkan oleh pemerintah. Sebab ia jadi tidak ada penghasilan sama sekali.

"Kalau dari apa yang dilakukan DC ini kan sebenarnya dia berhasil menyuarakan bahwa 'aku tertekan, aku stres' Dan bisa jadi ini juga dialami oleh banyak orang. Kita sebenarnya yang harus mendorong bagaimana penanganan Pandemi ini membantu orang orang yang stres ini, orang-orang yang kehilangan penghasilan nggak bisa kerja. Daripada kita justru mempidanakan atau mencari pasal agar yang bersangkutan itu dipidana," beber Siti Aminah.

"Kalau pesan yang aku lihat sih seperti itu. Dinar menyampaikan 'aku tertekan, aku stres karena PPKM ini. Jadi tolong dong negara lebih responsif, lebih men-support orang-orang yang kehilangan pekerjaan. Orang-orang yang kehilangan penghasilannya karena Pandemi ini'," jelasnya.

(hnh/aay)