Keras! Nikita Mirzani Sebut Penjara Lebih Baik dari Hotel Karantina Bintang 5

Hanif Hawari - detikHot
Rabu, 28 Jul 2021 11:49 WIB
Nikita Mirzani
Nikita Mirzani sebut penjara lebih baik dari hotel bintang 5 untuk karantina. Foto: Rafida Fauzia/detikcom
Jakarta -

Nikita Mirzani sangat emosional saat tahu tempat karantinanya tidak seperti apa yang diharapkan. Padahal ia melakukan karantina itu di hotel bintang 5.

Hal pertama yang Nikita Mirzani dapatkan adalah dirinya merasa tidak dilayani dengan baik. Ia dan karyawannya diperlakukan seperti orang yang terpapar virus COVID-19. Padahal saat dites PCR, mereka yang berjumlah 6 orang itu semuanya negatif Corona.

"Nah maksud gua kalau sudah tahu negatif jangan kita diperlakukan seperti orang positif," ujar Nikita Mirzani saat ditemui di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (27/7/2021).

Selain itu Nikita Mirzani merasa benar-benar tidak diperlakukan layaknya seorang tamu. Ia bahkan menilai penjara jauh lebih baik daripada hotel bintang 5 yang ia tempati untuk karantina.

"Tahu nggak makanan tuh kita pesen soto ayam, dalam pikiran gue soto ayam tuh kan panas rasanya enak masuk ke lambung gue. Udah bayangin nikmat banget tuh pakai sambel, pakai kerupuk segala macam. Datang ke hotel di taro di goodiebag tentengan gitu, di taro di lantai kita buka pintu, makanan itu di lantai, oh yaudah lah," papar Nikita Mirzani.

"Tapi pas gue buka makanannya tuh udah dingin nggak ada anget aja, sampai gue ceburin itu tangan gue, kayak beli soba Jepang, dan rasanya asin doang. Ya udah lah, gue tinggal tidur," lanjutnya.

Nikita Mirzani merasa kamar hotel yang ia tinggali begitu sumpek. Tak ada ventilasi udara hingga Air Conditioner (AC) tidak berfungsi dengan baik.

"Bayangan gue hotel bintang 5 enak dong, ini panas kamarnya, gue panggil engineering datanglah dia setelah 25 menit. Dia bilang, 'Ini abis diotak-atik ya' gue iyain aja, katanya tungguin aja 20-30 menit dingin. Iya gue tungguin kok nggak dingin-dingin, gue keringetan udah sejam-dua jam," imbuh Nikita Mirzani.

"Karena gue tahu engineering dibayar berapa sih, kalau gue maki dia gue yang salah. Gue nggak tidur akhirnya kepanasan, dan nggak ada ventilasi yang bisa gue buka kacanya," kata ibu tiga anak itu.

Sampai akhirnya emosi Nikita Mirzani memuncak. Ia pun memberanikan diri untuk komplain kepada pihak hotel dan Satgas COVID-19.

"Paginya gue kelaperan dong, gue telpon mau pesen makanan, nggak ada katanya makanan baru siap jam 10. Lah gue kan lapernya jam 7 gimana tuh? Akhirnya dateng makanan setengah 9 mie goreng isinya minyak doang sama garem, lidah gue sampai kebakar nggak enak rasanya," beber Nikita Mirzani.

"Ya gue manusia, punya mulut punya jari gue komplain dong. Maksudnya supaya apa yang gue rasain nggak menimpa banyak orang yang dikarantina, ternyata itu terjadi di banyak orang. Kata-katanya kan gini gue baca, orang yang dikarantina berhak memilih hotel masing-masing yang mereka inginkan, tapi kenapa yang gue inginkan kok dikasihnya malah beda gitu loh, dan bilangnya full. Duh gue nggak enak ngomongnya entar gue diapain," ucapnya.

Apakah masalah itu berlanjut? Simak di halaman selanjutnya.

Petugas Satgas COVID-19 maupun pihak hotel akhirnya meminta maaf kepada Nikita Mirzani. Sebagai permintaan maaf, mereka memberikan komplemen kepada Nikita Mirzani.

"Karena dia nggak tahu Nikita Mirzani dia anggep cuma mainan, buat dia hanya lucu-lucuan. Gue sampai maki orang satgasnya, 'lu harus sadar diri, lu tahu kan gue siapa' sampai sombong gitu kan gue, gue kan orangnya simple kalau dia udah minta maaf ya sudah. Tadinya dia mau gue tuntut tapi dari pihak hotelnya pun minta maaf ya sudah. Gitu saja," ungkap Nikita Mirzani.

"Clear tadi orang hotel telepon gue, dan orang satgas yang memfoto gue dan menyebarkan foto itu ke orang yang selalu anggep gue musuh padahal gue nggak pernah peduli sama hidupnya sudah selesai. Komplemennya nanti gue ke Bali mungkin dikasih free vila, kebetulan gue kenal ownernya, ownernya itu temennya suaminya Kak Fitri," sambungnya.

"Sebenernya nggak ada yang menolak dikarantina. Tapi menurut gue karantina tidak fair karena tidak terjadi sama semua manusia di Indonesia. Gue duduk di bisnis, gue tahu betul siapa yang duduk di bisnis, bapak-bapak ibu-ibu sama anaknya kurang lebih 6 orang dia tidak karantina. Kenapa gue tahu, karena mereka keluar dari pesawat, di lorong ini mereka nggak ada berarti kan dia di jalur khusus, bukannya suudzon ya, tapi manusiakanlah manusia karena yang karantina ini manusia," pungkas Nikita Mirzani.

(hnh/dar)