Blak-blakan Nikita Mirzani Merasa Terpenjara di Hotel Karantina

Hanif Hawari - detikHot
Rabu, 28 Jul 2021 09:14 WIB
Nikita Mirzani saat ditemui di Polda Metro Jaya.
Nikita Mirzani selesai karantina, buka-bukaan soal pengalaman buruk di hotel karantina Foto: Palevi S/detikFoto
Jakarta -

Nikita Mirzani sempat bersuara di Instagram soal hotel karantina COVID-19. Ia resah karena hotel tersebut dinilainya buruk dan tidak layak untuk digunakan.

Awalnya, Nikita Mirzani tidak percaya akan hal tersebut. Ia menganggap semua itu hanya isapan jempol belaka.

"Masalah sih nggak (ada), karena gue tahu konsekuensinya ketika gue pulang dari luar negeri harus jalani karantina. Tidak ada yang bilang tidak mau dikarantina. Tapi, gue tidak pernah merasakan yang mereka rasakan," ujar Nikita Mirzani saat ditemui di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (27/7/2021).

Sepulangnya dari Turki, Nikita Mirzani akhirnya merasakan bagaimana kondisi hotel yang digunakan untuk karantina. Selama 8 hari, ia melakukan karantina bersama enam orang timnya di hotel bintang 5, tapi fasilitas yang sangat buruk.

"Selama gue di Turki DM banyak masuk bilang gue akan karantina dulu sebelum pulang. Kalau gue harus merasakan dulu baru tahu kejadiannya. Ternyata gue merasakan hal yang sama dengan beberapa warganet yang DM gue, yang gue nggak kenal. Samalah kejadiannya barulah gue bersuara di Instagram," tutur Nikita Mirzani.

Tak banyak hal yang bisa dilakukan Nikita Mirzani saat karantina di kamar hotel. Saking buruknya, ia menjawab dengan kalimat yang nyeleneh.

Padahal, Nikita Mirzani memesan hotel bintang 5 dengan harga Rp 22 juta per kamarnya. Namun sayang, fasilitas yang ia dapatkan jauh dari yang dibayangkan.

Nikita Mirzani bahkan sampai menyebut penjara lebih baik ketimbang hotel karantina. Bahkan jauh lebih manusiawi.

"Pelajaran ya. Jadi karantinanya kalian pesan hotel via online. Terus lihat hotelnya, beberapa hotel buat tempat karantina yang terdaftar di tempat Kemenkes tidak ada sama sekali jendelanya, nggak bisa kebuka. Jadi lo sumpek, bau, dan segala macam," papar Nikita Mirzani.

"Delapan hari di dalam nggak bisa ke mana-mana, seprai nggak diganti, tidak dibersihkan, handuk tidak diganti. Seolah-olah yang karantina terjangkit COVID. Mereka tidak bisa membedakan mana yang COVID dan tidak. Itu yang harus pemerintah pikirkan sekarang," tukas Nikita Mirzani.

(hnh/pus)