Round Up

Nikita Mirzani Ejek Hotel Karantina COVID-19: Makanan Busuk, Kamar Panas!

Tim detikcom - detikHot
Kamis, 22 Jul 2021 07:32 WIB
Nikita Mirzani
(Foto: Rafida Fauzia/detikcom) Nikita Mirzani menyoroti soal makanan hingga pelayanan hotel yang tidak sesuai harga. Dia pun merasa bahwa pihak hotel seolah ingin melakukan pemerasan.
Jakarta -

Nikita Mirzani "mengamuk" di Instagram Story lantaran hotel-hotel bintang lima yang membuka layanan karantina pasien COVID-19. Menurutnya, hotel-hotel ini hanya mencari kesempatan dalam kesempitan namun harga yang dibayarkan tidak sesuai dengan fasilitas.

Perempuan yang akrab disapa Niki itu menuliskan keresahannya di Instagram Story. Ada beberapa hal yang disoroti Nikita Mirzani di antaranya adalah makanan hotel hingga pelayanan hotel yang tidak sesuai harga. Karena emosi, Nikita Mirzani pun menyumpahi hotel tersebut tutup selama-lamanya.

"Indonesia berduka. Tapi ada beberapa orang membuat duka ini menjadi bisnis untuk keuntungan usahanya masing-masing. Mudah-mudahan ya hotel-hotel mewah yang menampung orang-orang yang sedang dikarantina tutup selama-lamanya. Agar tidak menyusahkan orang-orang yang tidak mampu untuk karantina di hotel tersebut," tulis Nikita Mirzani.

"(Yang tinggal) tidak bisa hidup udara luar, makanannya busuk, udah hotelnya mahal tapi disuruh nyuci piring dan lain-lain sendiri. Lalu kamar hotel pun panas. Tepatnya pengap. Harga hotel ketika di bandara Rp 17 juta, lalu sampai hotel tiba-tiba naik jadi Rp 22 juta," tulisnya dengan nada kesal.

Hal lain yang disoroti oleh Nikita Mirzani adalah pelayanan makanan di dalam hotel. Meski tidak menyebut nama hotelnya, namun kekesalannya ditumpahkan Nikita sebab tidak bisa memesan makanan dari luar.

Ejekan pun terus mengalir di Instagram Story-nya. Apalagi soal status hotel bintang lima namun makanannya tidak enak.

"Hotelnya aja bintang 5, tapi makannya nggak enak. Kalau nggak boleh go-food, kalian masak yang enak. Sesuai sama hotel yah sudah dibayar kan? Yang kalian kasih makanan itu manusia, bukan sejenis jin atau hewan," kritiknya.

"Setahu saya, orang berhak memilih hotel mana yang mau mereka tempatin selama masa karantina. Lah kok ini maksa orang-orang yang nggak mampu untuk bayar hotel bintang 5 yang jelek itu untuk tetap tinggal di sana dan bayar full?" sambung Nikita Mirzani.

Dia pun merasa bahwa pihak hotel seolah ingin melakukan pemerasan.

"Kalian mau meres orang yang sedang karantina apa gimana? Masa nggak bisa pesen makanan dari luar? Harus makan di hotel yang harganya mahal plus nggak enak. Sehari tiga kali lo kali sendiri itu harganya selama 8 hari," bebernya lagi.

Nikita yang semakin kesal lalu membandingkan bagaimana hotel di Indonesia memperlakukan psien COVID-19 dengan hotel di luar Indonesia. Yang pasti dia menuntut pelayanan harus diperbaiki jangan hanya mengejar keuntungan.

"Malu woy sama negara luar yang memanusiakan manusia. Kalau mau ada karantina sampai lebih dari 1 minggu, layani dengan baik dong orang-orangnya, jangan cuma ngambil uangnya," katanya.

Di akhir, Nikita Mirzani mendorong agar orang-orang yang sedang menjalani karantina di hotel dan mendapat perlakuan buruk untuk bicara.

"Ngomong aja jangan takut, kalian berhak menyuarakan suara kalian. Bukan hanya berdiam diri menerima keadaan dan kenyataan," tutup Nikita Mirzani.

(aay/aay)