Tolak Perpanjangan PPKM Darurat, Didi Riyadi Ngaku Tak Ada Tendensi

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 19 Jul 2021 16:20 WIB
Jakarta -

Sosok Didi Riyadi sempat viral lantaran membuat surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Dalam isi surat tersebut, Didi menolak untuk perpanjangan PPKM Darurat yang dinilai merusak perekonomian rakyat.

Lantas mengapa Didi menulis surat terbuka yang dia unggah di akun Instagram tersebut? Di dalam surat terbuka, Didi Riyadi tak hanya mengkritik namun ada keprihatinan dan apresiasi.

"Sebenarnya waktu pas bikin surat tanpa ada tendensi apapun yang melatar belakangi. Nggak lah. Apalagi secara politik gitu, nggak ada urusannya," kata Didi di live Kopi Viral Trans TV, Senin (19/7/2021).

Meski begitu, Didi juga mengaku bahwa pemerintah seharusnya bukan hanya melihat soal percaya dengan COVID-19 saja. Tapi juga banyaknya yang memakan korban.

Tapi Didi menegaskan dampak yang krusial dari adanya PPKM adalah soal perekonomian rakyat.

"Ya gue mencoba memberlakukan situasi pandemi ini ini bukan soal percaya virus COVID-19 ini ada bukan nggak percaya. Tapi kita harus bisa lihat sisi lain, tenyata pada kenyataannya di Indonesia ini secara perekonomiannya GAP-nya, jaraknya jauh antara kelas menengah ke atas dan menengah ke bawah," bebernya.

Di sisi lain, Didi juga mengapresiasi pemerintah. Tapi disebutnya pemerintah kurang solutif untuk perekonomian.

"Gue perhatiin dari awal sampe akhir PPKM Darurat diperpanjang pemerintah, gue sih mengapresiasi tapi aturan-aturan lalu kompensasinya apa ke kita sebagai rakyat. Kompensasinya apa, solusinya apa," pungkasnya.


Berikut sebagian isi surat yang diunggah Didi untuk Jokowi terkait penolakan PPKM.

"Kepada yg terhormat: Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo. Perkenankan saya menyampaikan surat terbuka pertama saya. Mohon maaf atas segala kekurangannya. Hidup NKRI," tulis Didi Riyadi di Instagram, Kamis (15/7/2021).

Pada lembaran pertama, Didi Riyadi menyoroti imbas COVID-19 yang berdampak sangat besar bagi dunia tak terkecuali di Tanah Air.

Imbas ini sudah dirasakan setiap lapisan masyarakat kurang lebih selama satu tahun. Didi Riyadi pun menuturkan pendapatnya dalam surat tersebut.

"Pak, sudah setahun lebih kita dalam situasi keprihatinan yang tidak pernah kita impikan yaitu situasi very extraordinary akibat pandemi COVID-19," lanjut surat Didi Riyadi.

"Dampaknya luar biasa dirasakan oleh masyarakat serta sangat memukul berbagai bidang terutama pada perekonomian, kesehatan, pendidikan, dunia seni dan hiburan serta bidang lainya," lanjutnya.

Selain itu, drummer grup band Element ini menolak soal rencana akan diperpanjang masa PPKM.

Bukan tanpa alasan, Didi menganggap PPKM tidak memberikan solusi terbaik dan hanya menambah penderitaan masyarakat Indonesia. Terhitung PPKM berjalan sejak 3 Juli 2021.

Melanjutkan argumentasinya, Didi merasa bukan seorang diri yang merasakan dampak signifikan dari adanya PPKM. Rakyat kecil yang tak bisa mencari uang turut disertakan pada surat terbukanya itu.

"Sebagai salah seorang rakyat yang juga terkena imbas dari sejak awal wabah, saya berpendapat, Menolak perpanjangan PPKM Darurat Jawa & Bali. Alasan sudah pasti banyak yang kena imbasnya terlebih lagi soal perut, banyak yang tidak bisa kerja, tidak bisa menafkahi keluarga," bunyi poin surat Didi Riyadi.

(fbr/tia)