Mantan Suami Britney Spears Ungkap Alasan Pernikahannya Bertahan 55 Jam

Asep Syaifullah - detikHot
Jumat, 16 Jul 2021 18:29 WIB
Britney Spears
(Foto: Instagram @britneyspears) Rupanya saat itu tim Britney Spears memaksa Jason Alexander buat menandatangi sebuah surat kontrak.
Jakarta -

Britney Spears memutuskan untuk menikah saat berada di puncak karier. Ia menikah dengan Jason Alexander pada 2004 di Las Vegas.

Namun sayangnya pernikahan yang dilangsungkan pada pukul 04.00 pagi itu hanya bisa bertahan selama 55 jam saja. Setelah itu, Britney Spears dan Jason Alexander bercerai.

Perceraian keduanya sempat menjadi kehebohan di industri hiburan dan menjadikan Britney Spears salah satu selebriti yang menikah dalam kurun waktu yang sangat singkat. Yang lebih parah lagi, itu merupakan pernikahan pertama pelantun Stronger tersebut.

Publik dan media menuliskan bahwa hubungan Britney dan Jason kala itu hanyalah cinta sesaat. Ada pula yang menyebut bahwa saat itu Britney dalam keadaan mabuk hingga memutuskan untuk menikah.

Namun fakta baru terungkap setelah Jason Alexander buka suara tentang pernikahannya. Pria berusia 39 tahun itu menyebutkan bahwa keduanya akhirnya berpisah 55 jam setelah menikah karena tim yang mengatur Britney Spears.

Pria yang merupakan teman kecil sang diva tersebut menjelaskan, tim Britney terus menerus mendesak agar mereka berpisah dan menyebutkan bahwa ada kontrak yang dilanggar olehnya apabila ia memaksa tetap mempertahankan pernikahan.

"Mereka memberitahuku, kalau aku menandatangani kontrak itu, mereka akan membiarkan aku dan Britney melanjutkan hubungan kami. Dan jika kita tetap merasakan (cinta) yang sama selama enam bulan, maka mereka akan membuatkan pernikahan yang selayaknya bagi kami," tuturnya dalam sebuah podcast.

Keduanya pun berpisah dan hanya berkomunikasi melalui telepon setiap hari. Jason sama sekali tak menaruh curiga pada tim tersebut dan berharap mereka akan menikah enam bulan kemudian.

Namun pada hari ke-30 dirinya tak bisa lagi menghubungi Britney Spears. Dan ternyata perjanjian tersebut dibuat untuk menjauhkan dirinya dengan Britney. Yang mana jika ia tak membatalkan dalam kurun waktu 30 hari maka ia dilarang untuk menemuinya lagi.

"Sejujurnya pada hari itu, aku mencoba untuk menghubungi Britney namun tak ada jawaban. Aku pun berteriak dan mereka benar-benar mempermainkanku," ungkapnya.

Empat tahun usai kejadian tersebut, yakni pada 2008, Britney Spears pun mulai menjalani perwalian di mana semua kegiatan, keuangan, dan pilihan hidupnya itu dikendalikan oleh walinya yaitu sang ayah Jamie Spears serta penasihat kedua, Jodi Montgomery.

Kini Britney Spears tengah mencoba untuk mencabut perwalian tersebut melalui jalur hukum. Namun beberapa kali gugatannya itu ditolak oleh hakim.

(ass/aay)