Perkosa 23 Gadis, Predator Seks Berkedok Vokalis Band Dipenjara 28 Tahun

tim detikhot - detikHot
Kamis, 15 Jul 2021 13:03 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Predator Seks Foto: iStock
Jakarta -

Jimmy Beloved yang merupakan mantan vokalis band didakwa memperkosa 23 gadis. Pria bernama asli Daniel Hanson itu dijatuhi hukuman 28 tahun penjara.

Daniel Hanson mengaku bersalah karena melakukan tindak perkosaan itu antara 2005 hingga 2014. Enam korbannya muncul di pengadilan Newcastle, Inggris, menggambarkan rasa traumanya.

Rasa sakit berkelanjutan itu dialami para korban gara-gara tindakan Hanson. Hidup mereka juga diakui berubah total usai peristiwa tersebut.

Salah satu dari wanita itu baru berusia 12 tahun ketika Hanson memperkosanya. Sementara yang lain diperkosa di saluran air saat mengenakan seragam sekolahnya ketika berusia 14 tahun.

Kala itu, Hanson menggunakan kata-kata 'rahasia kecil kita' untuk membuat para korban diam. Tapi kemudian rahasia itu terkuak pada 2019, ketika 14 wanita muncul satu demi satu berbicara kepada polisi.

Daniel HansonDaniel Hanson Foto: dok Facebook

Vokalis band We built Atlantis and Falling for the Beloved itu mengaku bersalah atas perkosaan 23 anak-anak dan pelanggaran pelecehan seksual. Hakim Penelope Hock menyebut Hanson sebagai terlibat dalam pelecehan seksual terus menerus dan jadi predator gadis muda selama periode 9 tahun.

Hanson juga menggunakan posisinya sebagai vokalis untuk memikat para korban setelah bertemu mereka di gigs. Saat mendengarkan putusan hakim, Hanson terlihat beberapa kali menyeka air matanya.

Ia juga telah menulis surat untuk meminta maaf kepada para korban dan keluarga. Tapi hukuman penjara yang berat tak bisa dihindarinya.

"Dia benar-benar menyesal. Tetapi banyaknya korban dan keseriusan serangan berarti bahwa hukuman penjara yang panjang adalah satu-satunya pilihan," kata Penelope Hock seperti dilansir ABC Net.

Hakim Hock juga memuji para korban untuk berani mengungkap pengalaman buruk mereka. Bahkan hukuman berat itu dipertimbangkan karena para korban mengalami trauma berkepanjangan.

"Anak yang dirawat dan dilecehkan secara seksual harus menghadapi mimpi buruk, ada kilas balik, dan serangan panik karena perilaku yang pelanggaran hukum itu," kata Hock.



Simak Video "Polres Jakpus soal Panggilan Komnas HAM di Kasus KPI: Masih Fokus Penyidikan"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/dar)