Ed Sheeran Dikira Langgar Prokes, Ditelepon Petugas saat Rekaman Podcast

Asep Syaifullah - detikHot
Rabu, 07 Jul 2021 06:30 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 05:  Ed Sheeran attends the Nordoff Robbins O2 Silver Clef Awards 2019 at the Grosvenor House on July 05, 2019 in London, England. (Photo by Jeff Spicer/Getty Images)
(Foto: Jeff Spicer/Getty Images) Di tengah-tengah perbincangan podcast, tiba-tiba saja Ed ditelpon layanan darurat UK Home Office.
Jakarta -

Musisi Ed Sheeran mengalami kejadian unik saat diwawancarai dalam sebuah program podcast milik bintang Harry Potter yakni Oliver dan James Phelp yang bertajuk Normal not Normal. Di tengah-tengah perbincangan mereka, tiba-tiba saja Ed ditelpon layanan darurat UK Home Office.

Petugas tersebut bertanya padanya dan memastikan sang pelantun Perfect itu benar-benar menjalani masa karantina usai kembali dari Amerika Serikat. Ia pun meminta maaf karena harus absen dari podcast tersebut untuk beberapa menit.

"Tunggu, halo pemerintah? Ini seperti kau dihubungi gurumu," ujar sang manajer, Stuart Camp bercanda.

Di berita berbeda, Ed Sheeran dikonfirmasi akan kembali menulis lagu buat BTS. Ed Sheeran belum lama ini menjawab sejumlah pertanyaan yang disampaikan oleh para penggemarnya di Instagram. Salah satu pertanyaan yang muncul tentu saja tentang BTS.

Saat salah satu fans bertanya lagu BTS favoritnya, tak disangka Ed Sheeran menjawab dengan judul yang diduga merupakan judul lagu yang dibuatnya untuk BTS.

"Menurutku lagu BTS favoritku adalah lagu baru mereka, Permission to Dance. Sepertinya itu akan menjadi single baru mereka. Lagunya sangat enak untuk berdansa," ungkap Ed Sheeran.

Seperti diketahui saat ini Inggris memang tengah bersiap-siap untuk menghentikan aturan-aturan seperti memakai masker, jaga jarak, hingga aturan bekerja dari rumah (WFH). Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri Boris Johnson dalam keterangannya yang dilansir dari Reuters.

PM Johnson memperkirakan pencabutan pembatasan Corona akan berlaku mulai 19 Juli 2021 mendatang. Keputusan akhir pemerintah akan diumumkan secara resmi pada 12 Juli. Sejumlah elemen, termasuk kebijakan pendidikan dan perjalanan, akan diumumkan pada akhir pekan ini.

Sebelumnya pada bulan Desember lalu, Inggris adalah salah satu negara pertama yang meluncurkan program vaksinasi COVID-19 dan sekitar 64 persen populasi orang dewasa kini telah menerima dua dosis vaksin Corona.

"Hari ini kami akan menetapkan bagaimana kami dapat memulihkan kebebasan rakyat," kata Johnson seperti dikutip dalam sebuah pernyataan yang dirilis menjelang konferensi persnya.

Namun, dia tetap menekankan bahwa pandemi belum berakhir. Dikatakannya, orang-orang harus "mulai belajar untuk hidup dengan virus ini" dan "membuat penilaian" ketika menjalani hidup mereka.

(ass/aay)