Tere Pardede Hijrah: Hidayah Bisa Pergi Kapan Saja

Desi Puspasari - detikHot
Sabtu, 01 Mei 2021 04:13 WIB
seleb
Foto: Tere / Instagram
Jakarta -

Penyanyi Tere Pardede menjadi mualaf sejak 2 September 2000. Meski sudah 21 tahun memeluk Islam, Tere masih terus belajar dan berusaha untuk menyempurnakan hijrahnya.

Walaupun sudah sejak 2000 Tere Pardede memutuskan untuk hijrah dan makin memperdalam agama pada 2012. Saat itu dia mengalami banyak hal yang bertubi-tubi dan membuatnya sadar saat itu mualaf hanya mengubahnya secara status saja.

Selain penyanyi, Tere Pardede juga dikenal sebagai politikus. Dia adalah anggota DPR periode 2009-2014 dari Partai Demokrat untuk Dapil Jawa Barat II. Akan tetapi, pada 21 Mei 2012, Tere mengajukan pengunduran diri dari DPR dengan alasan kepentingan keluarga.

Ketika itu Tere Pardede memang bukan berasal dari keluarga muslim. Meski sang ayah diakuinya pernah menjadi mualaf.

"Qadarullah ibu saya kan memang seorang Nasrani yang taat. Sementara Papa saya, dulu itu sudah bersyahadat bahkan sebelum saya syahadat. Beliau dulunya sudah masuk Islam," cerita Tere Pardede.

"Namun, di ujung hidupnya qadarullah dia (ayah) memilih kembali ke agama sebelumnya, menjadi Nasrani. Itu menjadi pukulan telak ya untuk saya," imbuhnya.

Dari kisah sang ayah, Tere Pardede sadar hidayah bisa pergi kapan saja. Oleh karena itu, perempuan yang pernah duet dengan Pas Band dan mempopulerkan lagu 'Kesepian Kita' itu berusaha menjaga hidayah yang sudah datang kepadanya.

"Saya merasakan sekali, ternyata hidayah itu selain bisa datang bisa juga pergi diambil lagi sama Allah, kalau kita nggak jaga, nggak kita pelihara," ungkap perempuan yang kini bernama lengkap Annisa Theresia Ebenna Ezeria itu.

Pada 2012 itu Tere Pardede baru memulai untuk belajar mengaji. Perlahan Tere Pardede mulai merasakan hal lain dan terus mempelajarinya.

"Pokoknya intinya saya memang sudah ucap syahadat sudah dari 2000. Istilahnya tidak langsung kafah gitu ya, tapi proses dan prosesnya itu bagian dari ikhtiar dan ridho Allah," tuturnya.

"Alhamdulillah saya 3 tahun pokoknya merasakan yang sangat pesat itu saya mulai belajar baca Al Quran itu pas tahun 2014 akhir. Itu saya mulai belajar baca Al Quran, awalnya saya baca latinnya saja, alhamdulillah setelah baca Al Quran dalam huruf aslinya, keberkahannya itu terasa gitu," sambungnya.

Setelah bisa membaca Al Quran, Tere Pardede mulai mengakrabkan diri sengan berada di masjid. Sampai akhirnya pada Januari 2017, Tere Pardede memutuskan berhijab.

"6 Januari 2017 saya putuskan untuk menutup aurat secara kafah. Semakin dibuka lagi (hidayah) ketika kita bersyukur, diberikan petunjuk terus. Alhamdulillah. mohon didoakan semoga istikamah," ucap Tere Pardede memohon doa.

Keputusannya meninggalkan dunia hiburan dan politik, diakui Tere Pardede hanya memgikuti kata hatinya. Perlahan memahami diri sendiri dan berserah pada Allah SWT, Tere Pardede akhirmya menemukan apa yang membuatnya nyaman.

"Alhamdulillah semakin ke sini saya merasakan, saya paling nyaman di humanitarian activities. Alhamdulillah apa yang saya butuhkan secara psikologis, memang karakternya suka berbagi segala macam, alhamdulillah Allah kasih ruangnya," kata Tere Pardede.

"Ini juga tidak sekadar memenuhi batiniah saya, tapi insyaallah melalui kegiatan yang saya lakukan menjemput dan menggapai ridho Allah. Nggak pernah kita tahu, ridho Allah cuma Allah yang tahu," tutupnya.



Simak Video "Cerita Deswita Maharani Kini Mantap Berhijab"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/nu2)