Zaskia Adya Mecca Kritik Cara Bangunkan Sahur Via Toa Masjid

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 23 Apr 2021 11:49 WIB
Zaskia Adya Mecca
Zaskia Adya Mecca Kritik Cara Bangunkan Sahur Via Toa Masjid (Foto: Instagram @zaskiadyamecca)
Jakarta -

Sahur menjadi bagian yang dijalankan umat Muslim sebelum berpuasa seharian di bulan Ramadhan. Tidak sedikit masjid yang membantu membangunkan orang untuk sahur di pagi hari lewat pengeras suara.

Di beberapa daerah, hal itu seakan sudah menjadi tradisi. Namun ternyata ada salah satu cara membangunkan sahur lewat pengeras suara masjid yang dianggap Zaskia Adya Mecca tidak etis bahkan cenderung mengganggu.

"cuma mau nanya ini bangunin model gini lagi HITS katanya?! Trus etis ga si pake toa masjid bangunin model gini??" tanya Zaskia Adya Mecca sebagai keterangan unggahannya, Kamis (22/4).

"Apalagi kita tinggal di Indonesia yang agamanya pun beragam.. Apa iya dengan begini jadi tidak mengganggu yang lain tidak menjalankan Shaur?!" ia mempertanyakan.

Dalam video yang diunggahnya, Zaskia Adya Mecca mengabadikan momen ketika seseorang membangunkan orang lain untuk sahur lewat pengeras suara masjid. Orang tersebut berteriak yang kemudian disebut istri Hanung Bramantyo tersebut mengganggu.

"Aku yang asing, atau situasi yang semakin asing yaa... buat ku ko ngga lucu, ga etis, ga menghargai orang lain.." Zaskia Adya Mecca heran.

Lebih lanjut, ia bingung mengapa orang tersebut bisa berteriak-teriak begitu saja lewat pengeras suara di masjid.

"Buat kamu gmn?! Apa aku yang terlalu serius?" tanya Zaskia mengakhiri tulisannya.

[Gambas:Instagram]

Di unggahannya itu, Zaskia Adya Mecca mendapat banyak dukungan atas kritikannya. Banyak netizen dan rekan artis yang mengaku akan sangat terganggu dengan cara membangunkan sahur seperti itu.

"Nyebelin bgt. Gw aja yg saur ga mau dibangunin begini," tulis Senandung Nacita.

"Sungguh mengganggu dan merusak suasana ramadhan yang seharusnya syahdu. Sepi penuh perenungan. Membayangkan bagaimana Al-Quran turun di antara heningnya Goa Hira di bulan Ramadhan," komentar Arie Kriting.

(dar/nu2)