Hotman Paris Indikasikan Rumah Tangga Hotma dan Desiree Tak Akan Kembali

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 23 Apr 2021 10:19 WIB
Hotma Sitompul dan Desiree Tarigan
Hotman Paris Indikasikan Rumah Tangga Hotma dan Desiree Tak Akan Kembali (Foto: Dok. Instagram @mamitoko)
Jakarta -

Prahara rumah tangga Hotma Sitompul dan Desiree Tarigan belum selesai. Pihak Hotma selalu membawa-bawa nama Hotman Paris sebagai orang yang dianggap memperkeruh masalah.

Kebetulan Hotman Paris adalah kuasa hukum Desiree Tarigan. Beberapa kali ia bersuara menyindir Hotma Sitompul yang diketahui adalah lawannya di beberapa kasus hukum.

Merasa keberatan dengan hal itu, Hotma Sitompul meminta agar Hotman Paris tidak lagi menjadi kuasa hukum dari istrinya dalam penyelesaian masalah ini.

Menurut pihak Hotma, apabila Desiree Tarigan tidak meminta Hotman Paris menjadi kuasa hukumnya, ceritanya akan lain dan perseteruan itu tidak akan meluas kemana-mana.

Hotma Sitompul melalui kuasa hukumnya pun mengaku baru bersedia untuk melakukan mediasi dengan Desiree Tarigan apabila Hotman Paris tidak lagi menjadi pengacara Desiree.

"Ini bukan bidangnya dia, ini bidang kami. Kami lebih pengalaman kok dari dia, dari segi mana? Dari perceraian," ujar Partahi Sihombing, tim penasihat hukum Hotma Sitompul, saat menggelar konferensi pers di LBH Mawar Saron, di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Partahi Sihombing juga mengatakan dirinya sudah cukup memakan asam garam kasus perceraian. "Saya sudah bosan sama yang namanya perceraian. Banyak kok, orang Cendana punya grup juga pakai saya, Sugianto cerai di tangan saya. Banyak artis-artis besar dulu," lanjut Partahi Sihombing.

Menurut kuasa hukum Hotma Sitompul lainnya, Muara Karta Simatupang, bila Desiree Tarigan tidak memakai Hotman Paris sebagai kuasa hukumnya, masalahnya mungkin tidak akan menjadi besar. Ia pun berharap semoga Desiree Tarigan bisa mencabut kuasanya terhadap Hotman Paris.

"Gampang kok, lepas saja kuasanya. Saya yakin, masalah Pak Hotma dan Bu Desiree tuh bisa segera berakhir," ujar Muara Karta Simatupang.

Lebih lanjut, menurut Muara Karta, Hotman Paris hanya membuat persoalan semakin runyam layaknya opera sabun.

"Jadi sebenarnya nih, masalah rumah tangganya Pak Hotma Sitompul dan Desiree Tarigan seakan dibuat layaknya seperti sinetron. Tapi tuh malah dikemas, dibuat-buatlah ceritanya layaknya seperti sinetron yang menggegerkan dunia," katanya.

"Jadi jangan kesalahan, mendapat kuasa dari seseorang yang menyangkut Pak Hotma, dipelintir semua, yang menyangkut Sitompul, dipelintir. Kita sumpahin semoga kuasa dicabutlah (sama Desiree Tarigan)," jelas Muara Karta Simatupang lagi.

Hotman Paris pun merespons dengan santai. Ia bahkan menyebut rumah tangga Hotma Sitompul dan Desiree Tarigan mungkin tidak akan kembali harmonis. Cek selengkapnya di halaman selanjutnya.

Hotman Paris mengaku santai jika Desiree Tarigan tidak lagi menggunakan jasanya sebagai kuasa hukum. Ia juga mengaku tidak mengharapkan apapun dari kasus yang dipegangnya kali ini.

Kini kasus itu sedang dalam tahap mediasi. Otto Hasibuan, Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), coba ada di tengah antara Hotma Sitompul dan Desiree Tarigan.

Namun menurut Hotman Paris upaya damai yang sedang dilakukan tidak bisa menjamin rumah tangga kliennya kembali harmonis. Dalam hal ini, ia hanya menunggu.

"Nggak tahu soal mediasi selanjutnya gimana. Hotman sudah bicara dengan Otto dan masih menunggu tawaran dari pihak sana. Sepertinya tidak ada pembicaraan balik soal mediasi dari pihak sana," ujar Hotman Paris dilansir dari Insertlive, Jumat (23/4).

Hotman Paris mendengar masukan dari banyak pihak soal keinginan beberapa orang agar Hotma Sitompul dan Desiree Tarigan bisa kembali harmonis. Namun keinginan tersebut menurut Hotman Paris tidak mudah untuk diwujudkan.

Terlebih, ia menambahkan, dalam upaya damai bersama Otto Hasibuan, tidak ada pembahasan soal itu.

"Semua orang mengharapkan Hotma dan Desi kembali bersatu tapi mediator Otto tak membahas soal cinta bersemi kembali. Dia bahas mau kasih apa ke istri selama 22 tahun. Saya nggak mau bicara detail, nggak enak mendahului," tutup Hotman Paris.

(dar/pus)