Angel Lelga Cerita Diprotes Keluarga karena Mualaf hingga Kena Guna-guna

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 21 Apr 2021 15:47 WIB
Angel Lelga saat ditemui di kawasan studio Trans TV.
Angel Lelga Cerita Diprotes Keluarga karena Mualaf hingga Kena Guna-guna (Foto: Pool/Palevi S/detikFoto)
Jakarta -

Saat ini, Angel Lelga adalah seorang muslim. Keputusan itu diambil di tengah hidupnya dan di antara keluarga yang meyakini agama berbeda.

Ternyata keputusan tersebut tidak mudah untuknya sendiri. Angel Lelga mengaku ada protes dari keluarga setelah dirinya menjadi mualaf.

Protes tersebut salah satunya datang dari sang ibunda. Bahkan oleh karena keputusan itu, ia tidak bertemu dengan wanita yang melahirkannya tersebut hingga 15 tahun.

Kini, hubungan itu sudah jauh lebih baik. Menurut Angel Lelga, sang ibunda mau kembali menerimanya dengan perbedaan tersebut.

"Kalau mamaku cuma bilang gini, 'Angel, mama sih udah nggak apa-apa kamu beda keyakinan dengan keluarga karena kamu prosesnya juga udah lama'. Mama juga sempat nggak mau ketemu aku selama 15 tahun kan karena perbedaan agama itu ya," kata Angel Lelga di YouTube Trans7 Official.

Meski sudah lebih baik, ternyata kadang masih ada canggung di antara Angel Lelga dan orang tuanya tersebut. Namun mantan istri Vicky Prasetyo itu tahu bagaimana cara melunakkan hati sang ibunda.

"Iya awalnya itu (masalah beda agama). Tapi kalau mama lagi marah, aku peluk-peluk gitu nanti luluh," kata Angel Lelga.

Entah ada hubungannya atau tidak, beberapa tahun setelah berpindah keyakinan, Angel Lelga sempat mengalami hal-hal aneh di luar nalar. Ia merasa seperti diguna-guna.

"Iya di sini (muntah kain kafan), pas buka puasa. Seram ya? Aku tuh orangnya hampir nggak percaya. Sampai orang nanya, 'Njel nggak takut tinggal di rumah itu lagi?' Karena aku hampir nggak percaya hal-hal itu, jadi aku kayak nggak ngerasa takut," jelas Angel Lelga.

Kejadian tersebut tidak lantas kemudian membuat Angel Lelga takut. Ia lebih memilih menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan untuk introspeksi diri sendiri.

"Nggak kepikiran apa-apa sih. Mungkin pada saat itu, lagi lemah (agamanya)," pungkasnya.

(dar/wes)