Aktor Zach Avery Ditahan Usai Tipu Investor Hingga Rp 3,2 T

Asep Syaifullah - detikHot
Rabu, 07 Apr 2021 20:27 WIB
Zach Avery
Foto: Instagram Zach Avery
Jakarta -

Aktor Zach Avery atau Zachary J Horwitz ditangkap oleh polisi di Los Angeles pada Selasa (6/4) lalu atas kasus penipuan investasi yang dikenal dengan nama skema ponzy. Lewat beberapa penyelidikan federal, disebutkan jika total penipuan yang dilakukannya mencapai USD 227 juta atau sebesar Rp 3,2 triliun.

Pria berusia 34 tahun tersebut menipu banyak perusahaan dengan dalih jika dirinya memiliki lisensi dari beberapa film dan telah bekerjasama dengan Netflix hingga HBO untuk pemutaran film-film tersebut.

Aktor yang dikenal lewat penampilannya di The Devil Below hingga You're Not Alone itu membuat banyak email palsu dari studio-studio tersebut dengan tujuan memalsukan perjanjian distribusi untuk dapat mengalirkan uang-uang dari investornya.

Hal tersebut diungkapkan oleh agen FBI yakni John Verrastro dalam keterangannya seperti dilansir dari LA Times. Verrastro pun mengatakan jika Zach Avery memiliki perusahaan distribusi fiktif dengan nama 1inMM Capital LLC yang menampung dana dari para investor.

Kejadian ini pun sudah berlangsung lama, seperti pada 2015 Zach Avery berbohong pada investornya dengan mengatakan jika perusahaannya memegang 52 lisensi distribusi film Hollywood ke Australia, Selandia Baru, Afrika hingga Amerika Selatan.

Film-film yang diakuinya adalah Kickboxer milik Jean-Claude Van Damme yang dirilis pada 1989 hingga film horor 2012 bertajuk Lord of Salem. Pihak investor pun dijanjikan keuntungan hingga 40 persen yang membuat banyak orang tergiur dengan hal itu.

"Dengan pertumbuhan tersebut, kita mampu secara aman dan menguntungkan untuk mendistribusikan lebih dari 25 film pertahunnya yang mana membuat keuntungan investasi dan pertumbuhan substansi dalam perpustakaan film yang kami miliki," tutur Verrastro membacakan surat dari Zach Avery.

Namun sayangnya semua hanyalah omong kosong saja, Netflix dan HBO tak pernah bekerjasama dengan dirinya atau perusahaan miliknya itu. Bahkan Zach Avery tak pernah memiliki hak pendistribusian satu film pun dari katalog yang dipamerkannya itu.

"Pada kenyataannya, baik Horwitz (Zach Avery) maupun 1inMM Capital pernah melakukan korespondensi dengan Netflix atau pun HBO melalui email. Horwitz dan 1inMM Capital juga tak pernah menjalin kerjasama bisnis dengan Netflix maupun HBO," ujar Verrastro.

FBI pun mengatakan jika uang-uang yang didapatkan oleh Zach Avery lewat penipuan tersebut langsung digunakan dengan berbagai macam cara, seperti membeli rumah mewah enam kamar di Beverlyhood seharga USD 6,2 juta pada tiga tahun lalu.

Pihak pengadilan pun meminta Avery untuk membayar biaya jaminan sebesar USD 1 juta, selama ia tak mampu membayarnya maka ia akan tetap menetap di penjara hingga persidangan lebih lanjut.

(ass/dar)