Marion Jola Tak Bisa Tidur Lihat Bencana Banjir NTT

Desi Puspasari - detikHot
Selasa, 06 Apr 2021 12:31 WIB
Marion Jola saat ditemui kawasan Kebon Jeruk.
Marion Jola tak bisa tidur lihat NTT diterjang banjir dan bencana Foto: Noel/detikFoto
Jakarta -

Penyanyi Marion Jola bersedih melihat tanah kelahirannya, Nusa Tenggara Timur, dilanda bencana. Perempuan asal Kupang itu sampai tak bisa tidur usai melihat berita soal banjir NTT.

Dalam feed Instagramnya, Marion Jola ikut menggaungkan #prayforNTT. Dia pun memberikan pesan pada semua keluarganya di NTT.

"Jujur belum bisa tidur karna memikirkan tanah kelahiran yang sedang terkena musibah. Untuk berjaga-jaga sodara semua jangan lupa untuk mengikuti instruksi Siaga Bencana yang sudah di sebarkan pemerintah, be safe keluarga semua di NTT Tete manis jaga ketong semua," tulis Marion Jola dilihat, Selasa (6/4/2021).

"Mohon Doa dan Semangatnya untuk sodara-sodara saya di NTT #PrayforNTT," imbuhnya.

[Gambas:Instagram]



Marion Jola menggelar donasi 'Darurat Bencana Solidaritas untuk Bantu Korban Bencana NTT'. Donasi itu dibuat Marion Jola di kitabisa.com.

"Darurat Bencana ! Sedikit dari bantuan yang bisa segera aku dan tim @kitabisacom berikan adalah bersama-sama mengajak teman-teman untuk berdonasi guna membantu masyarakat NTT yang sedang terkena musibah bencana alam," tulis Marion Jola.

[Gambas:Instagram]

Berada jauh dari saudara-saudaranya yang terkena bencana di NTT, Marion Jola terus memantau, memberikan semangat dan meng-update kabar terbaru di NTT melalui Instagramnya.

"Mama Bapa, kaka ade basodara semua, semoga baik-baik saja. Ketong dari jauh kirim doa terus dan sebisa mungkin mengusahakan yang ketong bisa bantu dari sini e kaka semua. Tetap semangat, Tuhan jaga kita semua," tulis Marion Jola.

Dia juga mengabarkan soal kondisi Kupang yang mengalami listrik padam. Marion Jola meminta untuk tidak panik apabila ada teman dan keluarga di Kupang yang susah dihubungi.

"Jadi mohon jangan khawatir teman-teman kalau saudara nya yang di Kupang dan sekitarnya susah dikontak, karena listrik di sekitar Kupang masih padam. Tetap semangat," kata Marion Jola, memberikan informasi mengenai pemadaman listrik di Kupang, NTT.

Banjir NTT berawal dari hujan disertai angin kencang. Sampai hari ini, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menyebut berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Senin (5/4/2021), pukul 23.00 WIB, total warga meninggal dunia berjumlah 128 warga selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12. Total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.

Pengungsian warga tersebar di lima kabupaten di wilayah provinsi NTT, terbesar di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa atau 1.803 KK, Lembata 958 jiwa, Rote Ndao 672 jiwa atau 153 KK, Sumba Barat 284 jiwa atau 63 KK, dan Flores Timur 256 jiwa.

Siklon tropis ini berdampak di delapan wilayah administrasi kabupaten dan kota di NTT, di antaranya di Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, dan Alor.



Simak Video "Tinjau Dampak Bencana Banjir NTT, Menkominfo: 450 BTS Down"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/dar)