Ramai Perlakuan Rasis ke Orang Asia, Beabadoobee Pernah Takut ke Luar Rumah

ADVERTISEMENT

Ramai Perlakuan Rasis ke Orang Asia, Beabadoobee Pernah Takut ke Luar Rumah

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 28 Mar 2021 20:26 WIB
Beabadoobee
Musisi Inggris berdarah Filipina, Beabadoobee buka suara soal isu kebencian terhadap ras Asia yang ramai belakangan ini. (Foto: Beabadoobee/Callum Harrison)
Jakarta -

Gerakan memerangi kebencian pada warga keturunan Asia di Amerika Serikat ramai digaungkan. Dengan slogan Stop Asian Hate (hentikan kebencian pada warga keturunan Asia), kampanye itu muncul sebagai respons dari naiknya tingkat kriminalitas yang menimpa orang Asia.

Musisi Inggris berdarah Filipina, Beabadoobee akhirnya buka suara terkait hal tersebut. Dikutip dari Billboard, dia mengungkapkan bahwa di tempat ia bermukim, ia juga menemukan isu serupa.

"Aku sangat menyadari tentang apa yang terjadi di Amerika. Pada 2020, juga terjadi pengingkatan kriminalitas terhadap warga Asia di London. Apa yang terjadi di seluruh dunia itu sangat menyeramkan. Itu sempat membuatku takut untuk pergi keluar," ungkap musisi bernama asli Bea Kristi itu.

Beabadoobee menambahkan, identitasnya sebagai perempuan dan keturunan Asia memang membuatnya rentan mendapatkan perlakukan yang rasis. Ia juga bersuara mengenai kenyataan yang dihadapi oleh banyak perempuan Asia yang mendapatkan diskriminasi ganda karena identitasnya.

Melihat hal itu, Beabadoobee mengungkapkan perlunya edukasi untuk menyudahi tindakan rasis dan diskriminatif tersebut.

"Aku seorang perempuan dan aku juga orang Asia. Aku bisa saja keluar dan dilecehkan dan dipukul karena rasku. Itu adalah pikiran yang menakutkan, tapi itu adalah kenyataan yang ada pada tempat dimana kita hidup saat ini," kata dia.

"Orang-orang perlu dididik tentang apa yang terjadi dan bagaimana untuk mendukung komunitas Asia," jelasnya lagi.

Sebelumnya, Beabadoobee baru saja merilis single baru berjudul Last Day On Earth. Lagu itu menjadi karya pertamanya setelah album Fake It Flowers.

Last Day On Earth ditulis olehnya di awal masa pandemi virus Corona. Dalam proses kreatifnya, Beabadoobee melibatkan dua personel The 1975, yakni Matty Healy dan George Daniel, yang menciptakan lagu itu bersamanya.

Menurut siaran pers yang diterima detikcom, Last Day On Earth berkisah tentang khayalan dan pengandaian apa yang ia lakukan apabila mengetahui pandemi akan terjadi.

"Last Day On Earth adalah tentang semua hal yang akan saya lakukan jika saya tahu kami akan terkunci dan dunia akan berubah. (Lagu) itu ditulis tak lama setelah lockdown pertama dan secara lirik saya merefleksikan bagaimana rasanya jika kita semua tahu sebelumnya apa yang akan terjadi," ujar dia.

(srs/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT