Dalam Proses Cerai, Bams Eks Samsons dan Istri Sudah Cekcok Sejak Lama

Hanif Hawari - detikHot
Sabtu, 27 Mar 2021 15:48 WIB
Bams saat datang ke kantor detikcom.
Mikhavita Wijaya dan Bams eks Samsons ternyata sudah lama cek-cok. (Foto: Asep Syaifullah/detikHOT)
Jakarta -

Bams eks Samsons sedang proses cerai dengan Mikhavita Wijaya. Keduanya telah pisah rumah sejak bulan Januari 2021.

Kuasa hukum Mikhavita Wijaya, Philipus Sitepu, mengatakan permasalahan rumah tangga kliennya dengan Bams sudah lama terjadi. Keduanya cekcok sejak tahun 2020.

"Kemudian antara Bams dan Mikha ada masalah semenjak tahun lalu dan di akhir tahun sudah membahas dan berbicara permasalahan mereka. Kemudian sudah mulai intens berbicara di Januari kemarin," kata Philipus Sitepu saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/3/2021).

Namun Bams eks Samsons dan Mikhavita Wijaya hingga kini belum sama-sama melayangkan gugatan cerai ke pengadilan. Keduanya masih membahas rencana perpisahan tersebut dengan cara baik-baik.

"Sampai hari ini masih dalam pembahasan penyebab mereka ada rencana atau masih dalam proses perdamaian, atau berpisah nantinya. Bukan karena masalah isu hubungan pak Hotma dengan Mikha," sambung Philipus Sitepu.

Lebih lanjut, Philipus Sitepu menyarankan agar awak media menanyakan masalah itu langsung kepada Bams. Yang jelas permasalahan rumah tangga kliennya tersebut bukan karena orang ketiga.

"Kalau mau info lengkap tanya ke Bambang saya sudah telpon dia kok. Sampai sejauh ini, saya ditunjuk sama Mikha dan memang ia dan Bams pakai satu pengacara. Nanti bagaimana kelanjutannya kita lihat. Sejauh ini belum ada gugatan masuk ke Pengadilan," imbuh Philipus Sitepu.

Mengenai alasan perceraian Bams dan Mikhavita Wijaya, Philipus Sitepu juga enggan menjawab. Hanya saja pernikahan yang telah berjalan 7 tahun itu sudah tidak bisa lagi dipertahankan.

"Ya karena yang diceritakan gitu, sudah bertahun-tahun bertengkar dan tidak cocok. Sejauh ini itu yang disampaikan informasi yang kami dapatkan. Alasan ada pihak ketiga diisukan dengan pak Hotma itu tidak benar," pungkas Philipus Sitepu.

(hnh/aay)