Ini yang Bikin Miyabi Pede Jalani Adegan Pertama Jadi Bintang JAV

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 05 Mar 2021 13:19 WIB
Miyabi
Miyabi ungkap alasan pertama kali terjun ke dunia film porno. Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Miyabi alias Maria Ozawa mengaku grogi saat menjalani adegan pertamanya sebagai bintang porno. Ia sadar aksinya itu akan disaksikan oleh banyak mata.

Saat adegan berlangsung, dirinya mungkin hanya disaksikan beberapa orang saja. Namun ketika proses produksi selesai, tayangan itu bakal menjadi tontontan banyak orang.

Hal itu yang kemudian membuat Miyabi berpikir berulang kali saat memutuskan terjun ke dunia JAV. Hal itu diungkapkan Miyabi ketika dirinya berbincang dengan Daisuke Botak.

"Karena terlalu gugup ya, 'Duh gimana nih?', aku pikir, 'Duh aku harus berhubungan intim di depan banyak orang', pasti kepikiran dong, gimana kalau stafnya galak-galak. Pekerjaan seperti ini pasti banyak rumor-rumor miring kan, aku pikir pikir lagi 'Aduh pilihanku bener nggak ya?'," katanya mengenang.

Akan tetapi, kru produksi film panas tersebut memberikan dukungan dan berperilaku baik kepadanya. Hal itu yang kemudian membuat wanita yang kini sudah pensiun dari industri film panas itu mau melakukannya.

"Penata rias, produser, aktor semuanya baik. Semuanya membuatku nyaman banget. Karena aku merasa nyaman di sana jadi aku pikir ini pilihan yang tepat," katanya sambil tertawa.

Awalnya, di kepala Miyabi, industri film porno di Jepang punya gambaran buruk. Namun setelah ia jalani, pemikiran itu berubah.

"Jadi imej awalku terhadap JAV yang buruk semua hilang. Wah, ternyata semua orang di sini baik ya," pungkas Miyabi.

Setelah pensiun, Miyabi saat ini menggeluti dunia model, akting dan bisnis.

detikcom sudah meminta izin Daisuke Botak untuk melansir wawancaranya dengan Maria Ozawa. Ia juga bakal buka-bukaan soal awal mula bisa mewawancarai Maria Ozawa hingga Kakek Sugiono yang merupakan bintang JAV.

Simak juga video 'Tak Lagi Bintangi Film Dewasa, Maria Ozawa Kini Sibuk Berbisnis':

[Gambas:Video 20detik]



(dar/nu2)