Rumah Mewah Kemalingan, Simon Cowell Trauma dan Dihantui Rasa Takut

Asep Syaifullah - detikHot
Senin, 15 Feb 2021 16:49 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - JUNE 20:  Simon Cowell attends the first day of auditions for the X Factor at The Titanic Hotel on June 20, 2017 in Liverpool, England.  (Photo by Anthony Devlin/Getty Images)
Simon Cowell Foto: Getty Images
Jakarta -

Simon Cowell kini mulai khawatir dengan keamanan keluarga saat ini. Apalagi di masa pandemi dan banyaknya kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah.

Pria berusia 61 tahun itu pun takut jika kejadian yang menimpanya pada 2015 kembali terulang yakni saat rumahnya dibobol maling. Kala itu Simon dan kekasihnya, Lauren Silverman, serta sang putra, Eric, tengah tertidur.

Untungnya tak ada korban jiwa dan tindak kekerasan yang dilakukan sang pelaku saat membobol rumah mewahnya di London Barat tersebut.

Ketakutannya pun makin menjadi-jadi setelah kejadian tersebut sang pelaku ditangkap karena didakwa telah membunuh 10 orang, mencuri mobil, mencuri dua pasport dan mencuri perhiasan senilai satu juta poundsterling.

Kejadian itu pun membuat dirinya trauma hingga memutuskan untuk meningkatkan keamanan di kediamannya tersebut. Simon Cowell takut keluarganya dan rumah mewah senilai 15 juta poundsterling itu menjadi sasaran tindak kejahatan lagi.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang kerabatnya saat diwawancarai oleh The Sun.

"Setelah pengalaman mengerikan yang dialaminya beberapa tahun lalu, Simon tak ingin kejadian itu terulang lagi. Ia sangat khawatir dengan pencuri dan menjadi perhatian publik membuat dirinya jadi target empuk," tuturnya.

Sejak membeli rumah tersebut, Simon pun sudah merencanakan untuk meningkatkan keamanannya.

"Bagi Simon, keselamatan keluarganya adalah hal terpenting. Tak ada biaya lainnya yang lebih utama," ungkapnya.

Pada 2017 Simon Cowell sempat bersaksi di pengadilan jika kejadian pencurian tersebut membuat dirinya trauma dan selalu dikejar rasa ketakutan.

Ia pun tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kejadian tersebut terulang kembali.

"Aku sangat takut dengan apa yang mungkin terjadi pada anak ku jika pencuri itu berhasil masuk ke kamarnya. Semua kejadian itu membuatku trauma dan ada ketakutan yang terus menghantuiku dan itu bisa saja jadi lebih buruk jika terulang lagi," pungkasnya.

(ass/dar)