Vitalia Sesha Dapat Asimilasi dari Kemenkumham

Hanif Hawari - detikHot
Rabu, 20 Jan 2021 19:24 WIB
Vitalia Sesha ungkap penyesalan terkena kasus narkoba
Foto: Vitalia Sesha (Amel/detikcom)
Jakarta -

Vitalia Sesha sudah menghirup udara segar. Ia bebas bersyarat karena mendapatkan asimilasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Hal itu diungkapkan oleh manajer Vitalia Sesha, Olive. Ia menyebut sang artis sudah keluar dari penjara sejak Rabu (20/1/2021) pagi tadi.

"Jam 10 pagi tadi dari Lapas Tangerang ya Lapas Tangerang bukan di Pondok Bambu ya, bukan," kata Olive saat dihubungi detikcom, melalui sambungan telepon.

Saat keluar dari Lapas Tangerang, Vitalia Sesha dijemput oleh keluarganya. Ia pun langsung pulang ke rumah untuk beristirahat.

"(Dijemput) tantenya sama mamanya," sambung Olive.

Vitalia Sesha mendapatkan asimilasi COVID-19. Masa hukumannya dilanjutkan di rumah hingga dirinya dinyatakan bebas murni.

Vitalia Sesha pun tak boleh keluar rumah selama menjalani sisa hukumannya tersebut. Ia bahkan harus menjalani wajib lapor.

"Terus memang harusnya bebas itu di bulan Oktober tapi alhamdulillah asimilasi kan diperpanjang dapatlah Vita, dapet jadi hari ini udah bebas," ungkap Olive.

Jika tak ada halangan, maka Vitalia Sesha segera mengadakan konferensi pers. Ia akan menceritakan kehidupannya selama terjerat masalah hukum hingga suka duka di penjara.

"Rencana Jumat mau ada preskon," papar Olive.

Pemberian asimilasi di rumah bagi narapidana yang dipidana atau sisa pidana sampai dengan 6 (enam) bulan diatur dengan Surat Edaran Plt. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-516.PK.01.04.06 Tahun 2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Peraturan itu tertuangan pada nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19 poin 5 huruf a nomor (2) yang berbunyi : "Menerbitkan surat keputusan asimilasi bagi narapidana dan Anak yang sisa pidananya 6 (enam) bulan atau kurang terhitung tanggal pada saat surat keputusan asimilasi dikeluarkan."

(hnh/aay)