Lady Gaga Ajak Publik Amerika Bersuara untuk 'Hakimi' Donald Trump

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 08 Jan 2021 19:04 WIB
Gaya Lady Gaga di MTV VMA 2020
Foto: Instagram/@nicolaformichetti
Jakarta -

Kekesalan seleb Hollywood atas peristiwa kerusuhan yang terjadi Capitol saat pendukung Donald Trump menggeruduk bangunan tersebut juga membuat Lady Gaga geram.

Lewat kicauan di akun Twitter, Lady Gaga mengajak agar publik Amerika Serikat turut mendakwa dan menghakimi Donald Trump dan para pendukungnya.

"Saya berharap kami fokus untuk mendakwa Trump sehingga Kongres punya otoritas konstitusional untuk mungkin mendiskualifikasi dia dari pemilihan di masa mendatang - Amandemen #25 tidak mendiskualifikasi dia," kicau Lady Gaga, seperti dilihat detikcom, Jumat (8/1/2021).

Menurut Lady Gaga, Donald Trump menghasut teror dalam rumah tangga dan menyebabkan banyak kekerasan terjadi.

"Ini adalah terorisme," ucapnya lagi.

Langkah yang dilakukan Lady Gaga agar mendorong publik dan anggota parlemen untuk terus mendorong pemakzulan. Unggahan Lady Gaga itu muncul sehari setelah ekstremis pendukung Trump menyerbu gedung Capitol AS.

Para pendukung Donald Trump mengklaim ada banyak penipuan pemilu dan memprotes ratifikasi kemenangan Electoral College Presiden terpilih, Joe Biden, dalam Pemilu 2020.

Dari peristiwa tersebut, ada 5 orang tewas termasuk satu petugas polisi dan sedikitnya ada 13 anggota polisi yang terluka. Ada juga 52 orang ditangkap selama pemberontakan yang gagal tersebut.

Garda Nasional dipanggil untuk melindungi Capitol dan gedung DC pun diberlakukan jam malam. Akhirnya, Kongres berkumpul kembali untuk penghitungan suara pemilihan pada pukul 8 malam.

Joe Biden kembali secara resmi disertifikasi sebagai pemenang Pemilu 2020. Setelah peristiwa yang menghebohkan dalam sejarah Amerika Serikat, ada banyak seleb yang bersuara menyatakan ketidaksukaan terhadap Trump, salah satunya adalah Selena Gomez.

Sebagian besar politisi dan selebriti bersuara selama beberapa hari belakangan. Mereka menuntut pemakzulan dan pencopotan Trump dari jabatannya menjelang pelantikan Joe Biden pada 20 Januari 2020.

Trump sebelumnya dimakzulkan oleh Kongres pada Desember 2019 tapi Trump dibebaskan oleh Senat dan tidak dicopot.





Simak Video "Tak Ada Jalan Bagi Donald Trump untuk Kembali Lagi ke Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/srs)