Bebas, Pablo Benua Tak Pulang ke Rumah Rey Utami

Pingkan Anggraini - detikHot
Kamis, 31 Des 2020 15:01 WIB
Rey Utami, Pablo Benua dan Galih Ginanjar
Pablo Benua tak pulang ke rumah usai bebas. (Foto: Hanif/detikHOT)
Jakarta -

Pablo Benua dinyatakan bebas dari masa tahanannya kasus ikan asin pada 30 Desember 2020. Pablo bebas bersama Galih Ginanjar secara bersyarat karena asimilasi dan remisi imbas pandemi COVID-19.

Meski begitu, Rey Utami sebagai istri Pablo Benua tak mengetahui kabar tersebut. Ia mengaku tak tahu suaminya dinyatakan bebas kemarin.

Hal tersebut diungkap asisten Rey Utami, Habibah, Kamis (31/12/2020). Rey Utami bahkan diakui mengetahui kabar kebebasan Pablo Benua dari media massa.

"Nggak tahu, kak (Rey Utami), baru dapat kabar tadi pagi dari wartawan," ujar Habibah.

Selain tak memberikan kabar kebebasannya, Pablo Benua juga diakui tak pulang ke rumah bersama Rey Utami. Hal ini juga diakui Habibah.

"Nggak (pulang ke rumah Rey Utami)," jawabnya.

Meski begitu, Rey Utami tak mempermasalahkan Pablo Benua tidak kembali pulang ke rumah. Hal itu karena Pablo masih harus menjalani asimilasi pembimbingan dan pengawasan di Balai Pemasyarakatan Jakarta Timur hingga hari kebebasan murninya.

Namun, perasaan kecewa karena tak mendapat kabar kebebasan dalam diri Rey Utami masih ada.

"Kayaknya di Jakarta Timur deh dia (Pablo Benua). Karena asimilasinya kan harus stay di Jakarta Timur," tutur Habibah.

Diketahui Galih Ginanjar dan Pablo Benua juga mendapatkan nomor remisi berdasarkan SK Nomor: PAS-1419.PK.01.01.02 Tahun 2020 pada 29 Desember 2020 tentang Pemberian Remisi Susulan Kepada Narapidana Terkait Dengan Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012.

Remisi yang didapat Galih Ginanjar dan Pablo Benua berdasarkan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

Rey Utami merupakan orang pertama yang lebih dahulu dibebaskan. Ia memang bersama Galih Ginanjar dan Pablo Benua sempat dinyatakan bersalah soal kasus ikan asin yang merupakan penghinaan ke Fairuz A Rafiq.

(pig/mau)