Tara Basro Rasakan Pahitnya Jadi Korban Bully Sejak SD

Desi Puspasari - detikHot
Selasa, 15 Des 2020 08:25 WIB
Tara Basro saat berkunjung ke kantor detikcom.
Tara Basro dibully sejak SD. (Foto: Asep Syaifullah/detikHOT)
Jakarta -

Tara Basro mengajak follower-nya untuk tanya jawab. Ternyata banyak yang meminta Tara Basro untuk bertukar pikiran tentang body shaming dan bullying.

Tara Basro memang jadi perhatian dan dianggap menjadi motivasi untuk perempuan lainnya menjadi lebih sayang pada diri sendiri. Tampil percaya diri memperlihatkan selulit di tubuhnya, Tara Basro jadi perhatian saat hadir di FFI.

Ternyata, Tara Basro juga pernah mengalami jadi korban bully. Bully itu mulai menimpa Tara Basro saat dirinya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

"Pernah banget (di-bully)," jawab Tara Basro dalam sesi tanya jawab itu.

Duduk santai menggunakan hoodie dan sarung berwarna merah, Tara Basro mengenang saat dirinya menjadi korban bully. Istri Daniel Adnan itu mengaku di-bully dan dimusuhi oleh anak-anak dua angkatan.

"Pas aku SD kelas 5, aku di-bully dan dimusuhin sama dua angkatan, sama anak kelas 5 dan kelas 6," akunya.

Teryata, bully masih menghantui Tara Basro sampai dia masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan bully itu muncul hanya karena hal-hal sepele.

"Terus, sudah gitu pas SMP di-bully sama kakak kelas gara-gara pakai bandana. Itu nggak penting," ungkap Tara Basro.

Gara-gara bully, berimbas pada mental Tara Basro. Tara kecil dulu sampai tak mau lagi sekolah.

"Jadi, kalau ingat zaman dulu, kalau sekolah, tuh, suka deg-degan sendiri," kenangnya.

"Ada beberapa waktu tiap pulang sekolah nangis-nangis, bilang ke nyokap, 'Nggak mau sekolah lagi, nggak mau sekolah lagi,' gara-gara teman-teman di sekolah, tuh pada jahat-jahat banget gitu," tutur Tara Basro.

Tapi, kini Tara Basro menjadi perempuan yang memiliki rasa percaya diri. Dia juga memberikan pendapat pada salah satu netizen yang memiliki teman yang sangat suka melakukan body shaming.

Tara Basro mengatakan teman-teman seperti itu sudah selayaknya ditinggalkan.

"Teman-teman yang cara pikirnya masih seperti itu tinggalin. Kamu harus cari lingkungan yang bisa bantu kamu ningkatin rasa percaya diri, tumbuh kembang. Mungkin untuk mencoba-coba pakai baju yang beda dari biasanya, coba pakai makeup atau tidak pakai makeup. Mulai cari tahu kira-kira apa yang bikin hati kita berbunga-bunga," jelas Tara Basro.

(pus/mau)