Menanti Akhir Kasus Jerinx Sebut 'IDI Kacung WHO'

Desi Puspasari - detikHot
Kamis, 19 Nov 2020 06:00 WIB
Musisi Jerinx SID memenuhi panggilan Polda Bali hari ini. Dia akan dimintai keterangan soal dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Menanti hasil sidang putusan Jerinx Foto: Angga Riza
Jakarta -

Kritikan-kritikan Jerinx tentang COVID-19 sangat keras. Justru dianggap sebagai penebar kebencian, Jerinx dipolisikan, ditahan, dan hari ini nasibnya di penjara akan diputuskan majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar.

Ada beberapa ungkapan Jerinx soal COVID-19 yang menjadi sorotan. Berawal sekitar akhir April 2020, Jerinx mengungkapkan soal teori konspirasi Corona.

Teori Konspirasi Corona

Pendapat Jerinx soal teori konspirasi Corona dapat tanggapan dari banyak pihak, termasuk dr. Tirta. Secara terbuka lewat Live Instagram Jerinx menuangkan pendapatnya.

"Saya ingin orang tahu, ini bukan sekedar virus, karena ada pola, jadi kita bisa mengambil keputusan yang beradaptasi dengan virus itu, keputusan yang diambil bukan karena takut karena orang yang takut 85 persen keputusannya salah. Ini kenapa saya konsisten setiap hari, agar pelan-pelan membalik mindset mereka, yang sebenarnya tak sebegitu menakutkan seperti narasi media. Saya ingin masyarakat mendapat perspektif baru, karena ketika dikasih kacamata kuda, kamu melihatnya ke sana aja.

Awalnya saya sempat percaya virus ini dari China, binatang segala macam. Tapi ketika saya coba cari sumber lain, saya menemukan banyak fakta yang menyimpulkan kebalikannya, virus ini dibuat manusia, COVID sebuah skema, mungkin ada hubungan dengan aedofilia di gedung putih yang sudah banyak membongkarnya. Ada teori ekonomi dan politik, sekarang masuk akal banget, ada siklus ekonomi dinolkan lagi, direstart lagi.

Pemegang kekayaan 99 persen dipegang oleh 1 persen kelompok. Mereka sejak dulu menciptakan agar mereka selalu ada di puncak piramida, mereka perlu kontrol. Bayangkan 1 persen ini lengah, 99 persen ini akan naik, mereka tak inginkan itu.

Menurut saya, COVID ini manmade, semua tentang kontrol. Tolong teman-teman jangan rasis, elit global ini menciptakan ilusi agar ini terlihat seperti pertempuran antar ras. Buang dulu stigma itu, 1 persen ini tak punya nationality, level pemikiran mereka berbeda, mereka tak mengenal batas negara, batas agama," tutur Jerinx.

"Bill Gates itu bukan seorang computerner dari nol, ayahnya dekat dengan Rockefeller, Roshchild, dia sudah didesain untuk seperti sekarang. Dia co founder, dia beli saham, dia bukan malaikat, dia bukan dokter. Kenapa kemarin pada nurut sama Bill Gates.

Apa jaminan orang-orang itu bener, yang membuat nama mereka selalu bersih adalah mainstream media karena ditutup berita bagus tentang mereka.

Awal April, beberapa dokter di Eropa, Amerika, India, mereka mmendapatkan hydroxychloroquine dicampur zyng, yang memegang obat paten itu bukan dari orang 1 persen. Ini menurut saya, hydroxychloroquine ini di luar kontrol mereka, itu dipopulerkan oleh Donald Trump, Pak Jokowi juga, memberi solusi ke masyarakat. Apa yang terjadi? Seminggu setelah itu, media berpengaruh, diserang," sambung Jerinx mengutarakan pendapatnya tentang konspirasi Corona di depan dr. Tirta.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Nora Alexandra Diminta Setia dengan Jerinx SID"
[Gambas:Video 20detik]