detikHot

celeb

Ini Teori Konspirasi Jerinx soal Corona yang Didiskusikan dengan dr Tirta

Rabu, 29 Apr 2020 23:25 WIB Tim detikhot - detikHot
diskusi Jerinx dan dr tirta Foto: Dok. Instagram
Jakarta -

dr Tirta bertanya, kenapa Jerinx tertarik banget, selama 3 minggu terakhir angkat konspirasi COVID-19. Jerinx pun buka-bukaan soal teori konspirasi Corona.

Sayang kendala sinyal membuat diskusi melalui Instagram Live, terputus-putus. dr Tirta pun mengajak untuk live dilakukan lewat akunnya. Beberapa pandangan Jerinx pun akhirnya sedikit tertuang:


"Jadi balik ke filosofi perang, jika ingin memenangkan sebuah pertempuran maka harus kenali musuh, dari kacamata medis, itu kan virus, tapi musuh kita bukan cuma satu karena kita digempur dari banyak sisi. Saya tak perlu lagi kasih tahu, karena hampir semua orang kasih tahu.

Saya ingin orang tahu, ini bukan sekedar virus, karena ada pola, jadi kita bisa mengambil keputusan yang beradaptasi dengan virus itu, keputusan yang diambil bukan karena takut karena orang yang takut 85 persen keputusannya salah. Ini kenapa saya konsisten setiap hari, agar pelan-pelan membalik mindset mereka, yang sebenarnya tak sebegitu menakutkan seperti narasi media. Saya ingin masyarakat mendapat perspektif baru, karena ketika dikasih kacamata kuda, kamu melihatnya ke sana aja.

Awalnya saya sempat percaya virus ini dari China, binatang segala macam. Tapi ketika saya coba cari sumber lain, saya menemukan banyak fakta yang menyimpulkan kebalikannya, virus ini dibuat manusia, COVID sebuah skema, mungkin ada hubungan dengan aedofilia di gedung putih yang sudah banyak membongkarnya. Ada teori ekonomi dan politik, sekarang masuk akal banget, ada siklus ekonomi dinolkan lagi, direstart lagi.

Pemegang kekayaan 99 persen dipegang oleh 1 persen kelompok. Mereka sejak dulu menciptakan agar mereka selalu ada di puncak piramida, mereka perlu kontrol. Bayangkan 1 persen ini lengah, 99 persen ini akan naik, mereka tak inginkan itu.

Menurut saya, COVID ini manmade, semua tentang kontrol. Tolong teman-teman jangan rasis, elit global ini menciptakan ilusi agar ini terlihat seperti pertempuran antar ras. Buang dulu stigma itu, 1 persen ini tak punya nationality, level pemikiran mereka berbeda, mereka tak mengenal batas negara, batas agama.

Bill Gates itu bukan seorang computerner dari nol, ayahnya dekat dengan Rockefeller, Roshchild, dia sudah didesain untuk seperti sekarang. Dia co founder, dia beli saham, dia bukan malaikat, dia bukan dokter. Kenapa kemarin pada nurut sama Bill Gates.

Apa jaminan orang-orang itu bener, yang membuat nama mereka selalu bersih adalah mainstream media karena ditutup berita bagus tentang mereka.

Awal April, beberapa dokter di Eropa, Amerika, India, mereka mmendapatkan hydroxychloroquine dicampur zyng, yang memegang obat paten itu bukan dari orang 1 persen. Ini menurut saya, hydroxychloroquine ini di luar kontrol mereka, itu dipopulerkan oleh Donald Trump, Pak Jokowi juga, memberi solusi ke masyarakat. Apa yang terjadi? Seminggu setelah itu, media berpengaruh, diserang," jelasnya.


Tak lama, siaran IG Live itu berhenti dan Jerinx menghilang. dr Tirta menyebut sebuah cocoklogi karena ketika menyebut media, suara Jerinx itu hilang.

Setelah itu, menurut Jerinx, berita tentang hydroxychloroquine berisi berita-berita buruk tentang efek sampingnya. Sayang, siaran langsung itu terus terkendala.

"Saya tak ada tendensi untuk bunuh diri, saya tak suka ugal-ugalan di jalan. Jadi kalau ada apa-apa dengan saya, tolong dicatat karena kemungkinan pelakunya orang-orang di atas," pesan Jerinx.

Jerinx akhirnya bicara soal penutupan diskusi itu karena sinyal terus terputus.

[Gambas:Instagram]






Simak Video "Jerinx Resmi Jadi Tersangka Kasus 'IDI Kacung WHO'"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com