Tak Pakai Masker, Ratu Elizabeth II Muncul Usai 220 Hari Karantina

Tia Agnes - detikHot
Sabtu, 17 Okt 2020 12:11 WIB
Britains Queen Elizabeth II arrives for a visit to the Defence Science and Technology Laboratory (DSTL) at Porton Down, England, Thursday Oct. 15, 2020, to view the Energetics Enclosure and display of weaponry and tactics used in counter intelligence. (Ben Stansall/Pool via AP)
Ratu Elizabeth II / Foto: AP/Ben Stansall
Jakarta -

Ratu Elizabeth II kembali menemui rakyat Inggris setelah menjalani karantina selama 220 hari bersama Pangeran Phillip. Sang ratu muncul ke hadapan publik tak memakai masker wajah untuk melakukan tugas kenegaraan.

Ia memberikan senyum berseri-seri dan dengan beraninya keluar dari 'gelembung' amannya dari kastil Istana Windsor tanpa mengenakan masker wajah. Ratu Elizabeth II muncul mengenakan mantel kasmir dan topi yang senada, ditemani oleh Pangeran William yang tampak bugar dan sehat.

Ratu membuka Pusat Analisis Energetik di Porton Down, Wilts. Dilansir dari The Sun, ia diberitahu bagaimana para ahli mengidentifikasi agen saraf Novichok yang digunakan dalam kasus keracunan Salisbury.

Para ahli di laboratorium saat ini mencoba menemukan cara untuk mengalahkan pandemi dengan mengerahkan ahli mikrobiologi. Dari laboratorium, penelitian juga dilanjutkan di rumah sakit nasional Inggris.

Saat berbincang dengan tim ahli soal COVID-19, Ratu Elizabeth II mengatakan virus ini adalah hal baru yang mengerikan.

"Kita harus menggandakan diri lagi dengan sekuat tenaga," ucap Ratu Elizabeth II.

Mantan juru bicara Istana Buckingham, Dickie Arbiter, mengatakan Pangeran William dipilih untuk pergi bersama ratu di hari pertamanya keluar dari karantina kerajaan selama 7 bulan.

"Ratu orang yang sangat bugar dan sehat di usia 94 tahun. Dia makan dengan benar, banyak minum, dan sering berolahraga," ucap Dicki Arbiter.

"Ratu memang orang yang senang bertatap muka dengan orang lain, karena dia senang bertemu orang baru dan berbagi informasi. Tapi saat Inggris dilanda pandemi, Istana Buckingham merasa perlu nasihat dari pemerintah," tuturnya.

Menurut Dickie Arbiter, aksi Ratu keluar dari karantina di saat semua negara masih berjuang dengan pandemi, ia ingin menunjukkan satu hal.

"Bahwa Ratu dan kerajaan Inggris tidak akan bisa dikalahkan oleh virus Corona," tukasnya.



Simak Video "Rencana Barbados Ingin Copot Ratu Elizabeth II "
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)