Adik Tertangkap Narkoba, Pasha Ungu Beri Analogi Kayuh Sepeda

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Sabtu, 10 Okt 2020 21:50 WIB
Pasha Ungu
Pasha Ungu semangati adik yang tertangkap narkoba. (Foto: Pasha Ungu)
Jakarta -

Iunan Helmy Said alias Helmy yang merupakan adik dari musisi sekaligus adik kandung Plt Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu, ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tengah (BNNP Sulteng) terkait sabu. Sebelumnya, Helmy dikabarkan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pada beberapa saat.

Pasha Ungu tidak memberikan komentar apa pun mengenai penangkapan itu. Alih-alih berkomentar, ia justru memilih memberikan dukungan moril melalui unggahan di akun Instagram.

Di akun Instagram miliknya @pashaungu_vm, ia mengunggah tiga buah foto yang memperlihatkan adiknya, Helmy, tengah bersepeda. Ia pun menjadikan kegiatan bersepeda sebagai analogi untuk menyemangati adiknya.

"Teruslah kayuh sepedamu adikku. Jangan berhenti. Nggak usah dengerin suara-suara sumbang yang bisa menghambat perjalananmu mencapai finish," tulis dia.

Adik Pasha Ungu ditangkap BNNP Sulteng terkait kasus narkoba (M Qadri/detikcom)Adik Pasha Ungu ditangkap BNNP Sulteng terkait kasus narkoba (M Qadri/detikcom). Foto: Adik Pasha Ungu ditangkap BNNP Sulteng terkait kasus narkoba (M Qadri/detikcom)

Pasha melanjutkan, "Awalnya pasti terasa lelah bahkan menyesakkan, tapi percayalah, dengan kesabaranmu dan keyakinan kita, insya Allah kau akan jadi pemenangnya seperti yang tampak dari senyum manismu."

"Dari abang Pasha-mu yang akan selalu ada untukmu, menyayangi dan mencintaimu," sambung Pasha lagi.

Diberitakan sebelum ditangkap, adik kandung Pasha Ungu sempat menjadi buronan. Helmy sempat dilaporkan melarikan diri saat BNNP melakukan penggerebekan. Dia kabur bersama empat rekannya.

"Penangkapan seorang pria inisial H pada beberapa hari yang lalu di Palu oleh BNN Sulteng ada kaitan dengan tersangka yang kami tangkap pada September 2019 di Sulut. Dan jauh sebelumnya, inisial H sudah masuk DPO," ungkap Kepala Seksi Penyidikan BNN Sulawesi Utara Kompol Julius Sajangbatii pada Sabtu (10/10/2020) sore.

(srs/mau)