Tolak UU Cipta Kerja, Kpopers dan Gamers Bersatu

Tim detikcom - detikHot
Selasa, 06 Okt 2020 22:04 WIB
Kritik DPR dengan game Among Us.
Kritik gamers pada DPR. Dok. Twitter
Jakarta -

Berbagai elemen masyarakat turut menyuarakan penolakan atas Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang belum lama ini disahkan oleh DPR. Beragam unggahan terkait hal tersebut pun ramai di media sosial.

Mulai dari Kpopers hingga para gamers pun bersatu padu menyuarakan penolakan mereka lewat bermacam-macam tagar seperti #OmnibusLawSampah hingga #DPRIMPOSTOR.

Mereka mengunggah foto dan video-video dari idola K-pop seperti BTS, NCT, BLACKPINK dan lainnya dengan narasi protes tersebut. Bahkan tanda pagar tersebut masih bertengger di puncak trending topic hingga malam ini, Selasa (6/10/2020).

Seperti yang dikicaukan oleh salah satu ARMY (sebutan fans BTS) di akun Twitternya. Ia mengunggah sebuah cuplikan video Jimin dkk kala membawakan lagu Baepsae/Silver Spoon.



"Makasih Bangtan udah mewakili isi hati kami para rakyat Indonesia! I have the right to be proud to be an ARMY. #DPRRIKhianatiRakyat #OmnibusLawSampah #OmnibusLawRugikanRakyat," cuitnya.

"DPR mengganggu kebahagiaan exo l saat bulan Oktober," cuit lainnya.

"memang kita kpopers tapi gak akan lupa sama negara sendiri, bukannya membantu rakyatnya malah meresahkan rakyak. *** pelajari ppkn buat apa? " tulis lainnya.

Para gamers pun punya cara unik untuk menunjukkan protes mereka yakni melalui game yang tengah digandrungi saat ini yaitu Among Us. Mereka menyamakan beberapa anggota dewan sebagai impostor atau tokoh penipu dalam game tersebut.



"Ayok kita temukan impostornya," tulis netizen.

"269,7 juta crewmate vs 575 impostor," tulis lainnya.

"DPR is the real impostor," tulis netizen.

Omnibus Law UU Cipta Kerja telah disahkan oleh DPR pada Senin (5/10) lalu. Pengesahan itu dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-7 masa persidangan 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senanyan, Jakarta.

Undang-Undang itu menuai kontroversi sejak masih dalam tahap menjadi rancangan. Sebab pasal-pasal yang terkandung di dalamnya dianggap dapat merugikan pekerja hingga lingkungan.



Simak Video "Demo Omnibus Law Usai, Lalin di Sekitar Patung Kuda Kembali Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/srs)