Asmirandah Berikan Program Bayi Tabung Gratis

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Rabu, 30 Sep 2020 14:06 WIB
jonas rivanno dan asmirandah
Asmirandah berikan program bayi tabung gratis. (Foto: instagram)
Jakarta -

Pasangan artis Asmirandah dan Jonas Rivanno Wattimena saat ini tengah berbahagia. Karena sebentar lagi keduanya akan dikaruniai anak.

Memang kini Asmirandah tengah hamil berusia tujuh bulan. Sebagai rasa syukurnya kepada Tuhan, Asmirandah dan Jonas membuat sayembara program bayi tabung gratis bertajuk #vandahbagibagibahagia yang menyasar kepada pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak.

"Sebenarnya apa yang kita kakukan adalah ungkapan rasa syukur kita karena Tuhan sudah memberi kita hadiah (kehamilan). Dan ingin membantu pasangan yang sudah lama nggak memiliki momongan," kata Asmirandah dalam konferensi pers virtual, Rabu (30/9/2020).

"Jadi kita penginnya di momen bahagia kita nanti mereka juga bisa merasakannya," lanjut Asmirandah.

Sependapat dengan Asmirandah, Jonas Rivanno menyebut progam ini sebagai bentuk rasa syukurnya usai istrinya hamil. Memang keduanya sempat merasakan lama dikaruniai anak.

"Intinya ini ucapan syukur kita berdua, jadi kita mau membantu sesama yang mungkin bernasib sama-sama kita sudah lebih dari setahun belum diberi momongan," kata Jonas Rivanno dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Asmirandah dan Jonas Rivanno telah mendapat pemenang, yakni sepasang pasutri yang beruntung. Hadiahnya diserahkan ke Klinik Morula IVF Jakarta pada hari ini.

Sebelumnya Asmirandah dan Jonas telah menyeleksi 11 pasutri selama dua minggu, yang juga dibantu oleh dokter. Faktor kesehatan juga jadi kriteria wajib dalam sayembara itu.

"Sebenarnya dari sekian dipilih 11 pasangan. Lalu dari 11 itu di USG, cek segala macam dan darahnya juga dicek. Bisa dibilang yang menentukan (pasangan terpilih) dokter juga, karena dilihat yang mana yang paling bisa. Keseluruhan dicek dan dicek COVID-19 juga syarat utama," pungkas Asmirandah.

Asmirandah dan Jonas Rivanno sudah menikah sejak 2013. Pernikahan mereka begitu ramai dibahas kala itu karena isu pindah agama.

(fbr/nu2)