Bebas dari Penjara, Vicky Prasetyo Yakin Jadi Lebih Baik?

Hanif Hawari - detikHot
Kamis, 17 Sep 2020 19:32 WIB
Vicky Prasetyo usai bebas saat ditemui di Rutan Salemba.
Vicky Prasetyo bebas dari rutan salemba Foto: Hanif Hawari/detikHOT
Jakarta -

Vicky Prasetyo sudah dua bulan lebih mendekam di Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Kini, ia sudah bebas setelah penahanannya ditangguhkan.

Ketika keluar dari penjara, Vicky Prasetyo mengucap syukur. Ia bahkan bersujud setelah keluar dari gerbang rutan.

Ia mengklaim kebebasannya tersebut adalah takdir yang sudah ditetapkan oleh Tuhan kepadanya.

"Terima kasih alhamdulillah semua adalah atas takdir Allah SWT yang telah mengatur semua segala apapun, saya ucapin sekali lagi terima kasih buat semuanya," ungkap Vicky Prasetyo usai sujud syukur di depan gerbang Rutan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2020).

"Terutama buat keluarga saya yang sudah sangat berjuang, buat tim kuasa hukum saya pak Ramdan dan teman-teman. Serta khususnya buat ketua majelis hakim yang sudah sangat terbuka hatinya untuk berbijaksana melihat perkara ini sebaik-baiknya," sambungnya.

Vicky Prasetyo berharap selama dirinya di penjara bisa mendapatkan banyak hikmah. Terutama dalam perubahan perilakunya untuk menjadi lebih baik lagi.

"Ya semoga ini bisa menjadi transisi sikap saya untuk saya lebih baik ke depannya," pungkas Vicky Prasetyo.

Ini adalah penangguhan penahanan Vicky Prasetyo yang dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Penangguhan tersebut adalah permintaannya yang kedua setelah sebelumnya ditolak pengajuannya di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Meskipun telah keluar penjara, namun kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Angel Lelga masih tetap bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Terakhir, sidang tersebut digelar dengan agenda saksi dari JPU.

Vicky dipenjara setelah Angel Lelga menuduhnya merekayasa penggerebekan dirinya dengan Fiki Alman. Angel pun menyebut kehadiran Fiki Alman merupakan bagian dari jebakan.

Vicky Prasetyo ditahan di Rutan Salemba atas kasus tersebut pada 9 Juli 2020. Andhi Arhdani, Kepala Seksi Intelijen, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, mengungkapkan alasan penahanan itu lantaran Vicky Prasetyo ditakutkan melarikan diri. Selain itu, Vicky ditakutkan menghilangkan barang bukti.

"Ada beberapa hal, salah satunya ya takut melarikan diri, itu yang utama. Kemudian ada menghilangkan barang bukti, mempengaruhi saksi-saksi, ini hanya untuk mempercepat proses saja," katanya.



Simak Video "Proses Hukum Tetap Berjalan, Vicky Prasetyo Tak Khawatir soal Vonis"
[Gambas:Video 20detik]
(hnh/nu2)