Ayana Moon Cerita Kerasnya Hidup Usai Jadi Mualaf

Dicky Ardian - detikHot
Jumat, 04 Sep 2020 16:00 WIB
Ayana Jihye Moon, selebgram mualaf asal Korea Selatan.
Ayana Moon cerita kerasnya hidup di awal menjadi mualaf. Foto: Dok. Instagram/xolovelyayana
Jakarta -

Ayana Moon memutuskan menjadi muslim. Tidak sulit untuknya mengambil keputusan tersebut. Namun ketika awal menjalaninya, selebgram itu menemukan banyak rintangan.

Menurutnya tantangan yang didapat pertama kali ketika dirinya memutuskan Islam adalah justru dari keluarga.

"Ada banyak ujian saat itu, orang tua saya tidak suka Islam, bahkan sampai sekarang. Karena mereka pikir saya melepas semuanya karena Islam," ujarnya saat berbincang dengan Dewi Sandra di channel YouTube Cinta Quran TV.

Untuk bisa lebih dalam mempelajari Islam, Ayana Moon harus terbang ke Malaysia. Korea Selatan sebagai negara asalnya dirasa tidak mampu memberikan semua yang ingin ia tahu tentang agama tersebut.

Sayangnya, saat terbang ke Malaysia, Ayana Moon tidak mendapatkan dukungan dari siapapun. Bahkan ia juga tidak punya uang untuk hidup layak di Negeri Jiran.

"Itu karena saya masih muda. Saya tidak berpikir panjang. Saya datang ke Malaysia seorang diri, tidak punya uang, tidak punya teman, tidak ada yang menjagaku. Saya menangis setiap hari," terangnya.

Ayana Jihye MoonAyana Moon cerita kerasnya hidup di awal jadi mualaf. Foto: Instagram @xolovelyayana

Demi menghemat pengeluaran, Ayana Moon tinggal di sebuah penginapan kecil. "Seperti kandang ayam," ia menggambarkan.

Menjalani hidup sebagai mualaf di Malaysia ternyata tidak sepenuhnya mudah. Ayana Moon kerap tidak dipercaya oleh beberapa orang yang ia temui.

"Tadinya saya berpikir semuanya akan mudah karena saya adalah orang Korea yang muslim. Tapi mereka menganggap kalau orang Korea yang muslim lalu kenapa?" katanya.

"Saya bukan inginkan uang. Saya ingin belajar tentang Islam karena di Korea saya tidak bisa belajar tentang Islam. Itu kenapa saya datang ke sini," lanjut Ayana Moon.

Rintangan untuk konsisten dengan keputusannya juga tidak mudah. Ayana Moon terus mendapatkan cobaan yang menggoyahkan imannya.

"Di guest house itu saya salat dengan menggunakan handuk sebagai sajadah. Tapi orang Eropa yang ada di guest house itu menginjak handuk itu karena mereka tidak tahu konsep salat. Saya menangis," ujarnya.

Ayana Jihye MoonAyana Moon cerita kerasnya hidup di awal menjadi mualaf. Foto: instagram @xolovelyayana

Ayana Moon mengungkapkan dirinya pernah berpikir untuk menyerah. Namun ia yakin pilihannya tidak salah dan terus menjalankan niatnya.

"Saya berdoa, 'ya Allah tolong berikan kesempatan untuk saya menguatkan iman'. Dan akhirnya sampai saat ini semuanya berjalan lancar. Tapi itu juga bukan karena doa, saya juga telah melakukan yang terbaik yang saya bisa," ungkap Ayana Moon.



Simak Video "Dhini Aminarti Ngaku Tak Bisa Jauh dari Dewi Sandra"
[Gambas:Video 20detik]
(dar/wes)