Ini Rahasia Meghan Markle Lewati Masa Tergelap

Asep Syaifullah - detikHot
Rabu, 12 Agu 2020 18:58 WIB
CAPE TOWN, SOUTH AFRICA - SEPTEMBER 24: Meghan, Duchess of Sussex visits Auwal Mosque on Heritage Day with Prince Harry, Duke of Sussex during their royal tour of South Africa on September 24, 2019 in Cape Town, South Africa. Auwal Mosque is the first and oldest mosque in South Africa and for the Muslim community, this mosque symbolises the freedom of former slaves to worship. (Photo by Tim Rooke - Pool/Getty Images)
Meghan Markle. Dok. Getty Images
Jakarta -

Meghan Markle dikenal sebagai wanita yang tangguh di tengah segala masalah yang menghadang rumah tangganya bersama Pangeran Harry. Ia sempat jadi bulan-bulanan media Inggris, bahkan saat memutuskan untuk pindah ke Kanada, lalu ke Amerika Serikat, Meghan tak kunjung lepas dari sasaran pemberitaan.

Dalam sebuah buku yang bertajuk Finding Freedom, sang penulis yakni reporter istana Omid Scobi dan Carolyn Durand, menuliskan bagaimana kuatnya Meghan menghadapi cobaan dalam hidupnya itu.

Para penulis yang kini menjadi tetangga Meghan Markle di Los Angeles itu pun menuliskan, istri Pangeran Harry itu memiliki cara untuk melalui masa-masa tergelapnya, yakni dengan keimanan. Tetangga lainnya pun mengatakan jika keduanya kerap terlihat beribadah bersama.

"Bagian yang menolong Meghan untuk melewati masa sulit ini adalah keimanannya. Hubungannya dengan Tuhan dan gereja menjadi sesuatu yang sangat penting baginya," ujar salah seorang kerabat dekatnya.

Selain itu, ia juga mengatakan jika tak pernah ada yang tahu soal sisi religius bintang Suits tersebut.

"Itu adalah hal yang orang-orang tak pernah tahu tentangnya. Itu merupakan hal sentral dalam kehidupannya, sebagai individu dan wanita," terangnya.

"Saat aku berbicara soal iman adalah bagian besar di hidupnya, itu adalah keimanannya pada Tuhan. Itu juga imannya pada keluarga dan kepercayaannya pada orang-orang terdekatnya," tambahnya.

Dalam buku tersebut dituliskan jika Meghan Markle kerap menemui Archbishop of Canterbury, Justin Welby, setelah pembaptisannya di Gereja Inggris untuk pernikahannya dengan Pangeran Harry. Beberapa sumber bahkan mengatakan jika ia menjadi dekat dengan Justin Welby.

Meghan Markle memilih dibaptis sebelum menikah untuk menghormati Ratu Elizabeth II. Hal itu juga dijadikan langkah bagi perjalanan spiritualnya di sana.

Selain itu penulis tersebut juga menyebutkan jika Meghan Markle tumbuh di keluarga yang tak terlalu religius. Ibunya, Doria Ragland, adalah seorang Kristen Protestan dan ayahnya, Thomas Markle, adalah seorang anggota Gereja Episkopal.

Meghan pun seolah menemukan sendiri perjalanan spiritualnya itu saat menjadi mahasiswi di Northwestern University. Ia berteman dengan seseorang yang berasal dari keluarga Kristiani dan kerap berdoa bersama.

Hal itu pun yang dibawanya hingga saat berkarier di Hollywood.

"Ia kerap mengumpulkan para pemain dan kru Suits untuk membentuk lingkaran dan berdoa sebelum mulai syuting," tutur salah seorang sumber.



Simak Video "Blak-blakan soal Keguguran, Meghan Markle Tuai Pujian"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/nu2)