detikHot

Prostitusi Artis

Human Trafficking di Balik Gemerlap Dunia Artis

Sabtu, 01 Agu 2020 12:19 WIB Prih Prawesti Febrian - detikHot
Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom) Foto: Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Jakarta -

Belakangan prostitusi seleb di Indonesia makin marak saja. Setelah Hana Hanifah, belakangan ada lagi muncul Vernita Syabilla. Dua nama seleb Indonesia tersebut menjadi sorotan publik lantaran kasusnya belum lama ini.

Kini baik Hana Hanifah dan juga Verlita Syabilla ditetapkan sebagai saksi dari kasus prostitusi tersebut. Kedua seleb Indonesia tersebut juga sudah kembali ke Jakarta dan menjalankan kegiatannya seperti biasa.

Menurut psikolog Cassandra, sebenarnya bukan hanya selebritis saja yang bisa terjebak dalam kasus prostitusi. Semua kelompok memungkinkan untuk terjebak dalam kasus prostitusi ini.

"Tidak hanya seleb, tetapi semua kelompok memungkinkan untuk terjerumus dalam fenomena ini," buka Cassandra kepada detikcom, Sabtu (1/8/2020).

Hal itu dikatakan Cassandra lantaran iming-iming pendapatan penghasilan yang cepat. Terutama dalam kondisi seperti ini.

"Karena adanya iming-iming penghasilan yang tinggi dalam waktu cepat, terutama dalam kondisi kesulitan ekonomi seperti ini," sambung Cassandra lagi.

Tapi kalau untuk kasus selebriti sendiri, Cassandra menjelaskan lebih lanjut, umumnya ada fenomena human trafficking di balik gemerlap dunia entertainment.

"Tetapi untuk profesi selebriti sendiri umumnya, ada fenomena human trafficking di balik gemerlap dunia entertainment," tutur Cassandra lagi.

"Ketika bintang baru ingin maju, ingin mencapai karier, namun terjebak dalam pusaran human trafficking yang awalannya disebutkan sebagai "job" entertainment," sambungnya Cassandra lagi.

Tak hanya itu, menurut Cassandra lagi, semuanya harus dibedakan.

"Namun tetap harus dibedakan dengan sekelompok individu yang memang menggunakan dalih dunia hiburan dengan sengaja menggunakan kedok dunia hiburan untuk mencari nafkah dengan cara instan," terang Cassandra lagi.

Sebenarnya kasus prostitusi ini bukan hal yang baru. Prostitusi dikatakan Cassandra adalah profesi atau pekerjaan yang umurnya paling tua.

"Prostitusi adalah salah satu bentuk profesi atau pekerjaan yang paling tua umurnya, tidak memerlukan kualifikasi khusus selain fisik dan memberikan penghasilan yang besar dalam waktu cepat," papar Cassandra.

Sejak dulu prostitusi ini sudah ada dan sudah menjadi satu profesi yang memang tidak bisa ditutup dengan sebelah mata.

"Sejak dulu selalu ada bahkan dengan kemajuan IT menjadi lebih mudah. Sejak dulu marak, hanya sekarang upaya mengatasinya lebih giat," tutur Cassandra.




Simak Video "Depresi Gegara Prostitusi, Vernita Syabilla Tak Berani Ketemu Ortu"
[Gambas:Video 20detik]
(wes/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com