Dita Soedarjo Sedih Pikirkan Nasib Karyawan Selama Pandemi Corona

Desi Puspasari - detikHot
Senin, 30 Mar 2020 18:24 WIB
Dita Soedarjo
Foto: Instagram
Jakarta -

Dita Soedarjo tak hanya memikirkan diri sendiri saat pandemi virus Corona. Sebagai pengusaha, ada nasib karyawan di pundaknya.

Dia mendorong agar pemerintah melakukan lockdown. Selama belum lockdown, ada kesedihan di hati Dita ketika memikirkan nasib karyawan termasuk jelang Idul Fitri.

"(Sedih mikirin) Soal THR-nya dan soal mereka nggak ada pemasukan sekarang. Dan mungkin aja kan usaha-usaha harus lay off some people. Kita harus beri kepastian ke mereka dong kaya cinta aja PHP siapa yang mau? Nggak enak dan buang waktu," ungkap Dita Soedarjo kepada detikcom melalui pesan singkat, Senin (30/3/2020).

"Tapi tidak ada sistem kepastian di sini yang buat pengusaha juga bisa estimate kira-kira kapan this is over, kapan kembali ke normal, dan lain-lain," imbuhnya.

Dita menilai keputusan lockdown bisa membantu perbaikan ekonomi. Asalkan saat lockdown semua masyarakat Indonesia disiplin mengikuti peraturan pemerintah.

"Kalau lockdown semua harus ikut peraturan. Jadi lebih cepat selsai dan tingi persentase kepastiannya. Kasihan loh orang-orang," tuturnya.

Di tengah maraknya wabah Corona, Dita Soedarjo juga meliburkan karyawan-karyawannya. Dita melihat lockdown dengan jaminan pemerintah bisa membuat karyawan sudah dipecat oleh perusahaan tetap bisa makan dan mendapat jaminan dari pemerintah.

"Lockdown lebih baik karena kalo misalnya kita terpaksa pecat kan mereka ada makanan, minuman, and household basic stuff kalau lockdown. Saya paling nggak tega hal-hal beginian," ungkap Dita.

"Tapi pengusaha kan pasti jaga cashflow game, mau nggak mau kalau nggak ada kepastian terus, harus pecat kan? Jadi mending 2 minggu misalnya lockdown, beres kan. Sekarang masih aja ada yang bandel acara wedding-lah dan lain-lain. Tapi harus jaga cashflow game kalo mau survive," tegasnya.



Simak Video "Jokowi Sebut Vaksinasi Covid-19 Dimulai Akhir Desember"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/imk)