Pandji Kritisi Soal Penangkapan Dandhy dan Ananda Badudu

Desi Puspasari - detikHot
Jumat, 27 Sep 2019 13:19 WIB
Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Penangakapan Ananda Badudu dan Dandhy Laksono menuai banyak protes. Setelah Dandhy dibebaskan dengan status tersangka, musisi Ananda Badudu pun digelandang ke Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan Ananda dijemput untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Saat ini sang musisi pun sudah dibebaskan.



Melihat masalah itu, Pandji Pragiwaksono memandang memang cara kerja kerja polisi di Republik Indonesia harus terus dikritisi.

"Penangkapan Dandhy dan Ananda di mata saya adalah gambaran bahwa cara Kepolisian RI berproses harus terus dikritisi," kata Pandji Pragiwaksono saat dihubungi detikcom, Jumat (27/9/2019).

"Mengingat beberapa jam sebelumnya justru polisi yang mengaku salah telah menyebarluaskan informasi hoax," imbuhnya.


Menurut Pandji, polisi baru saja mengalami kesalahpahaman dengan adanya penangkapan ambulans milik Prmprov DKI Jakarta. Kesalahpahaman itu soal informasi ambulans yang disebut membawa batu dan bensin 'logistik' demo.

Informasi itu tersebar di media sosial, termasuk di akun Twitter resmi TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro. Namun pada pagi tadi, dua postingan video soal ambulans itu 'menghilang' dari timeline Twitter TMC Polda Metro.

Pada kenyataannya, adanya perusuh yang berlari dan bersembunyi di mobil ambulans milik PMI. Perusuh itu membawa batu, kembang api, jadi masuk ke dalam mobil dengan membawa dus.

"'Terburu-buru' adalah mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan kinerja kepolisian belakangan ini terkait aksi massa kemarin," tukas Pandji.

(pus/nu2)