Bicara soal Intoleransi di Bantul, Christine Hakim Teteskan Air Mata

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Selasa, 02 Apr 2019 21:05 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Seorang warga ditolak tinggal di salah satu desa di Bantul karena perbedaan keyakinan. Kabar tersebut pun sampai di telinga Christine Hakim.

Ditemui saat menggelar konferensi pers film 'Bumi Itu Bulat' di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (2/4) Christine Hakim meneteskan air mata saat mendengar kabar tersebut.

"Bahkan saya mendapatkan WA dan ini sangat memprihatinkan. Di Bantul itu ada satu desa yang sejak tahun 2015, bahkan kepala desa itu membuat peraturan tidak mau menerima pendatang baru yang beragama non muslim. Sedih nggak sih?" ujar Christine tak bisa menahan air matanya.

"Bayangkan itu terjadi pada diri kita, pada saudara kita, pada orang tuanya atau adik atau anak kita yang ditolak di negerinya sendiri," lanjutnya.

Christine menyebut seharusnya masyarakat berpikir ulang dan tidak semakin meruncingkan permasalahan. Apalagi ia percaya, semua agama mengajarkan cinta kasih pada sesama manusia.

"Seharusnya kita berpikir ulang bukan malah kemudian memperuncing masalah. Saya ingat sekali minggu lalu saya hadir di tausiah Tuan Guru Bajang (TGB). Saya yakin setiap agama mengajarkan kebaikan, mengajarkan cinta kasih," ungkapnya.

"Negara ini negara Pancasila. Berarti mereka udah bikin negara di dalam negara. Sedih sekali bayangkan bagaimana ya, menurut saya itu kesombongan dan keangkuhan manusia. Binatang aja kita pelihara, masa dengan sesama manusia nggak mau hidup berdampingan," tukasnya.

(fbr/dal)