Setiap pagi Omas harus mengontrol anak-anaknya, mengantar sekolah, dan semuanya dia lakukan sendiri. Tidak ada asisten rumah tangga, Omas juga harus mengurus rumah, anjing, kucing, dan kebun di rumahnya.
Keputusannya tak mau pakai pembantu lantaran dirinya dirampok dan ditipu oleh orang yang sudah dia percaya. Dirinya pun tak habis pikir dapat perakuan seperti itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kisah Mandra dan Wasiat Sang Ayah |
"Gue anggap saudara banget, dari kecil gue urusin, dari perawan. Pas datang lagi minta bantuan, eh nyolong. Ya gue gimana ya, rumah gue kan ada satu lagi terus keluarganya di situ. Gue yang anuin, tapi gue malah dirampok sama dia," ceritanya.
"Bakal beli sapi diambil duit gue, ATM gue diambil. Tapi ketahuan. Ya udah diusir aja. Gue nggak ngusir, tapi yang merasa bersalah keluar aja," tegas Omas.
Itu kejadian sekitar 2008. Omas pun awalnya merasa susah sangat percaya pada orang tersebut.
"Ya gue kan kalau syuting udah percaya ya udah. Ya dia bilangnya belum dibersihin kamarnya, entar saya pel. Ya gue kan percaya. Khilaf dia bilangnya," kata Omas.
Saat itu uang yang diambil sebesar Rp 3 juta. Sedangkan uang untuk beli sapi sebesar Rp 15 juta. (pus/kmb)











































