Di Jakarta, Harry Potter Tak Diserbu
Sabtu, 16 Jul 2005 13:24 WIB
Jakarta - 16 Juli 2005, "Harry Potter and the Half-Blood Prince" telah resmi dirilis. Jika di negara lain peluncuran seri keenam penyihir cilik itu disambut dengan gegap gempita, tak demikian dengan Indonesia. Di sini biasa-biasa aja tuh! Untuk menyambut kehadiran seri keenam penyihir cilik itu, ribuan toko buku di berbagai belahan dunia rela mengubah jam operasionalnya. Sampai lewat tengah malam, pintu-pintu dibuka lebar supaya para maniak Harry Potter bisa segera mengetahui kelanjutan cerita idolanya itu. Begitu waktu menunjukkan dini hari 16 Juli, sirene dibunyikan. Di beberapa tempat bahkan ada kembang api. Para penggemar buku karangan J.K Rowling yang sudah berdandan ala penyihir itu pun menyambutnya dengan teriakan gembira. Mereka langsung menyerbu masuk toko buku dan membeli buku yang telah dinanti-nantikan sejak tahun lalu itu. Seperti detikhot lansir dari bbc, Sabtu (16/7/2005), keadaan itu terjadi di banyak negara, tiga di antaranya adalah Inggris, Skotlandia sampai Selandia Baru. Bagaimana dengan negara kita? Beberapa jaringan toko buku di Jakarta seperti Kinokuniya dan QB memang mengadakan acara untuk menyambut perilisan "Harry Potter and the Half-Blood Prince", tapi acara tersebut tak memancing histeria massa. Hanya sekelompok fans fanatik saja yang rela datang. "Mereka pakai syal Harry Potter yang garis-garis. Jumlahnya belum begitu banyak soalnya acaranya memang belum mulai," tutur seorang pengunjung Kinokuniya Plaza Senayan, Jakarta Selatan, saat dihubungi detikhot pukul 12.30 WIB. Jumlah buku, menurut pengunjung tersebut, juga masih banyak. Tak ada tanda-tanda buku tersebut akan sold out dalam waktu dekat. "Masih banyak kok," tuturnya. Di Indonesia, "Harry Potter and the Half-Blood Prince" yang beredar adalah terbitan Bloomsbury, Inggris, dan Scholastic. Amerika Serikat. Untuk buku terbitan Scholastic, covernya bernuansa hijau. Sedangkan Scholastic menerbitkan dua versi, yaitu versi teenager yang bernuansa merah-biru dan adult yang bernuansa hitam. Kurangnya antusiasme publik Indonesia terhadap perilisan "Harry Potter and the Half-Blood Prince" kemungkinan karena buku tersebut masih dalam versi bahasa Inggris. Sampai berita ini diturunkan, masih belum jelas kapan versi Indonesianya akan beredar. "Prosesnya masih lama," tutur seorang staff di Gramedia Pustaka Utama, penerbit Harry Potter versi Indonesia, saat dihubungi detikhot belum lama ini. (ine/)











































