Hal itu diungkapkan manajer Jupe, Markoneng, saat ditemui di rumah duka kawasan Cibubur, Jakarta, Sabtu (10/6). Menurut Markoneng, usai operasi, Jupe masih tak sadarkan diri sampai pagi hari.
Kemudian, lanjutnya, Jupe seolah tak bangun-bangun lagi. Sampai akhirnya, dokter memberi alat pemicu jantung. Namun, nyawa Jupe tetap tak terselamatkan.
"Tiba-tiba mamanya telepon, Jupe nggak bisa bangun. Saya ke rumah sakit, kebetulan ada tindakan dokter. Lagi dikasih alat pemacu," ujar Markoneng.
Saat tiba di rumah sakit, Markoneng masih berharap ada kemungkinan Jupe masih bisa tertolong. Ia pun sangat terkejut usai Jupe dinyatakan meninggal.
"Kita juga masih kayak mungkin masih bisa ditolonglah. Saya kaget banget," tutur Markoneng.
Baca juga: Banjir Air Mata Saat Jupe Dimakamkan
(mau/dal)











































