DetikHot

celeb

Bangkit dari Keterpurukan Dany 'Java Jive' Kerja Kantoran

Kamis, 01 Jun 2017 21:50 WIB  ·   Desi Puspasari - detikHOT
Bangkit dari Keterpurukan Dany Java Jive Kerja Kantoran Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Dany 'Java Jive' sempat terpuruk selama delapan tahun. Tak ada hal berarti yang bisa dia kerjakan selain menonton dvd di rumah.

Masih dalam suasana Ramadan dan dengan cerita hijrah Dany 'Java Jive', detikHOT, kali ini, Kamis (1/6/2017) akan membahas bagaimana Dany bangkit dan berusaha mencari kehidupan yang baru. Karier Java Jive yang meredup sebenarnya masih membuat Dany tetap dikenal.

Tahun 2008 menjadi masa-masa di mana Dany benar-benar merasa terhimpit. Dia mulai mencari jalan keluar dari masalah-masalah yang membuat sedih, kecewa hingga kecanduan narkoba.

"Dikatakan kan kalau kesulitan itu semakin menghimpit maka pertolongan Allah sudah dekat. Saya membuktikan itu. Solusinya itu ada di pangsujudan, pangsujudan itu sajadah. Jadi, ada di sajadah, ya itu sih saya sudah menyerahkan saja semuanya," ujar Dany kepada detikHOT di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Baca juga: Star Syndrome Bawa Dany 'Java Jive' ke Dunia Hedonis dan Narkoba

Bersujud di atas sajadah dan pasrah kepada Allah, membuat Dany sadar kalau dirinya mengalami depresi. Tidak berapa lama, Dany mendapat tawaran untuk ngamen membantu sebuah event organizer di Jakarta.

Saat itulah di mana, Dany kembali ke Jakarta. Setelah sempat kembali ke Bandung pada tahun 2000 dan merasakan hidup yang dirasanya sama sekali tidak bahagia hingga menjalani kehidupan seperti mayat hidup.

"Konsepnya ngamen. Aku senang saja dapat job. Tapi aku perlu juga sama Capung ya karena Capung yang iringin. Kita bikin list lagu sekitar 50 lagu kita masukin ke fish bowl. Siapa nanti yang ambil di fish bowl itu," ujar Dany.

"Udah selesai event itu saya telepon. Karena itu teman, saya juga masih nggak enak tuh. Saya sms, aku mau ikutan kerja dong," ucapnya menceritakan bagaimana dia meminta pekerjaan pada temannya di EO tersebut.

Baca juga: Hanyut dalam Ketenaran, Dany 'Java Jive' Justru Kehilangan Waktu dan Keluarga

Keinginan Dany untuk bekerja pun dipertanyakan. Dany mengatakan kalau dia harus keluar dari Bandung dan mencari suasana baru.

Ditempatkan pada posisi kreatif, Dany 'Java Jive' awalnya merasa kebingungan karena tidak pernah bekerja kantoran.

Meski sudah sibuk dengan pekerjaan, baru permasalahan di Bandung tetap menghantui Dany 'Java Jive'. Bertemu dengan teman kantor dan klien, manjadi terapi untuk tak disengaja untuk Dany.

"Dari situ saya dapat pengalaman positif, teman-temannya baik, kerjaannya enak, tapi di tahun pertama itu saya di belakang meja. Ngapain gitu. Selain bikin konsep, saya juga berhubungan sama klien, jadi account executive, account manajer gitu. Itu berjalan sampai 6 tahun, sampai EO nya tutup," tutur Dany 'Java Jive' menceritakan pengalamannya berhijrah.




(pus/ken)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed